International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

Taliban Larang Aplikasi TikTok dan PUBG

Ilustrasi TikTok

AFGHANISTAN– Pemerintah Taliban melarang penggunaan aplikasi games PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan media sosial TikTok di Afghanistan.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Taliban Inamullah Samangani pada Kamis, 21 April 2022.
Ia mengatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi telah membuat keputusan untuk melarang penggunaan aplikasi games PUBG dan Tiktok karena dianggap akan menyesatkan para pemuda Afghanistan.
“Kami telah menerima banyak keluhan tentang bagaimana aplikasi Tiktok dan permainan PUBG membuang -buang waktu orang,” katanya.
“Ia melanjutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi diperintahkan untuk menghapus aplikasi dari server Internet dan membuatnya tidak dapat diakses oleh semua orang di Afghanistan,” lanjut Inamullah sebagaimana dikutip dari The Independent pada Minggu(24/4).
Diketahui keputusan pelarangan dua aplikasi tersebut dilakukan karena jumlah pengguna internet di Afghanistan semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari sembilan juta orang menggunakan akses internet di Afghanistan.
Dilansir dari Khaama, selain PUBG dan TikTok, Taliban juga melarang perusahan saluran televisi untuk menyiarkan program atau konten yang mereka anggap tidak bermoral.
Sejak Taliban kembali menguasai Afghanistan tahun lalu, Taliban menjanjikan pendekatan yang baik terhadap pemerintah dan warga Afghanistan.
Namun sebaliknya, Taliban semakin membatasi kebebasan penduduk untuk melakukan banyak hal, bahkan pada Maret lalu mereka menangguhkan sekolah perempuan dan melarang perempuan untuk pergi ke sekolah.
Selain PUBG dan Tiktok, Taliban juga telah melarang penduduk Afghanistan untuk bermain musik, menyiarkan dan menonton serial drama internasional, serta penggunaan dasi.
Sementara itu, salah satu pemuda dari Kabul Alexander Najib mengatakan pendapatnya tentang aplikasi yang dilarang Taliban.
“Tidak hanya Tiktok, tetapi di semua jejaring sosial kita dapat belajar keterampilan hidup, kita dapat belajar bahasa dan kita dapat mempelajari banyak subjek Islam, jadi itu tidak bisa menjadi alasan yang masuk akal untuk memblokir akses ke aplikasi ini karena itu mengarahkan tersesat muda,” katanya.
Di sisi lain, pemuda lainnya Tahir Ayoubi mendukung upaya Taliban untuk melarang sejumlah aplikasi hiburan.
“Orang -orang muda dapat menghibur diri dengan cara lain melalui menggambar, melukis, dan seni. Pendapat pribadi saya adalah bahwa Tiktok harus dilarang,” ujarnya.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga