Suku Vanuatu Puja Pangeran Philip sebagai Dewa

Suku asli Vanuatu di Yakel, sebuah desa terpencil di Tanna., memuja Pangeran Philip sebagai dewa.

Anggota suku di Vanuatu yang memuja Pangeran Philip adakan upacara berkabung untuknya. Reuters melaporkan, penduduk desa memegang foto Duke of Edinburgh, dan berbicara mengenai “membuka jiwanya agar berkembang”.

Philip, suami Ratu Elizabeth II, meninggal dalam usia 99 tahun di Kastil Windsor pada Jumat (9/4) waktu setempat.

“Kami membiarkan kava membersihkan jalan supaya jiwanya bisa kembali dan hidup dengan kami,” ujar Jack Malia, kepala suku setempat.

Dilansir Selasa (13/4), Malia merujuk pada kava, minuman alkohol tradisional suku di Vanuatu itu. Malia menuturkan, jiwa Pangeran Philip juga akan tumbuh dan berkembang di salah satu keluarga Kerajaan Inggris. Jika jiwa itu sudah bertumbuh, Malia berharap sosok “dewa pengganti” itu akan menghubungkan lagi Tanna dan Inggris.

“Dia sudah mati, namun dia punya keluarga yang akan melanjutkan warisannya. Lihat foto yang kami punya. Dia orang baik,” jelasnya.

Mendiang Duke of Edinburgh mempunyai hubungan manis dengan suku tersebut, yang berlangsung selama 50 tahun terakhir. Bagi penduduk desa di Tanna, suami Ratu Elizabeth II itu adalah dewa yang mereka sembah setiap hari.

 Mereka memanjatkan doa harian kepada Philip dan meminta restu atas hasil kebun berupa pisang dan ubi. Penduduk desa menempatkan fotonya di rumah-rumah, termasuk satu gambar pada 1980, saat dia memegang tongkat buatan warga setempat.

Warga di Tanna memuja Philip karena sebuah legenda anak berkulit pucat, putra dewa gunung setempat. Dikatakan bahwa anak tersebut akan mengarungi lautan, demi mencari perempuan berkuasa untuk dinikahi. Antropolog yakin Pangeran Philip dikaitkan dengan legenda Vanuatu periode 1960-an, saat negara itu masuk ke dalam koloni Inggris.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp