Thursday, 13 June 2024

Search

Thursday, 13 June 2024

Search

Sudinkes Jakpus Catat Peningkatan Kasus Campak pada Anak

Ilustrasi Campak.

JAKARTA- Masih kurangnya tingkat kesadaran orang tua untuk memberikan imunisasi bagi anak-anak mereka, membuat penyakit campak di wilayah ibu kota mengalami peningkatan.

Meski secara umum gejala yang di timbulkan hanyalah berupa demam dan ruam pada kulit , namun penyakit campak ternyata bisa mengakibatkan komplikasi penyakit berbahaya, mulai dari infeksi mata, saluran pernafasan, radang paru-paru hingga radang otak.

Kasie P2P Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Pusat, dr Budi Setiawan mengatakan, sempat mengalami penurunan pada akhir tahun 2022 kemarin, kasus penyakit campak di wilayah Jakarta Pusat kembali mengalami peningkatan pada awal tahun 2023.

“Ya untuk kasus terduga campak memang angkanya belum pasti bisa saya sampaikan. Namun, ada peningkatan terduga campak untuk di Jakarta Pusat, karena saya di area Jakarta Pusat,” ungkap dr Budi Setiawan, di Jakarta, Jumat (27/1).

Budi menjelaskan, peningkatan terduga penyakit campak yang menyerang anak-anak ditemukan oleh petugas Suku Dinas Kesehatan di beberapa wilayah Jakarta Pusat.

Meski belum mengetahui angka pastinya, lanjut Budi, pihaknya telah menerjunkan tim medis ke lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemologi, sekaligus melakukan pengawasan dan pendataan status vaksinasi campak. Jika di dapati anak yang belum mendapatkan imunisasi campak, maka akan langsung divaksin.

“Upaya yang sudah kita lakukan di beberapa tempat ada peningkatan kasus terduga campak langsung surveilens dan tim imunisasi datang kesana melakukan penyelidikan epidemiologi melihat anak- anak di sekitarnya apakah memiliki gejala yang sama dan langsung melakukan pendataan status vaksinasi campak,” imbuhnya.

Kendati secara umum gejala yang muncul hanya berupa demam, ruam di kulit dan flu, namun penyakit yang menyerang saluran pernafasan itu ternyata bisa berdampak buruk bagi anak-anak.

Salah satunya, komplikasi sejumlah penyakit berbahaya bisa muncul jika anak tidak diberikan imunisasi campak, mulai dari infeksi mata, saluran pernafasan, saluran pencernaan, ensefalitis atau radang paru paru hingga radang otak.

“Penyakit campak sejatinya dapat dicegah dengan imunisasi atau kita sebut dengan singkatan PD3I. Sebenarnya, penyakit campak jika kita pahami hanya demam ada ruam di sekujur tubuh itu mungkin tampak umumnya. Namun, ada beberapa komplikasi penyakit campak yang bila tidak dicegah dan dideteksi secara dini akan menyerang banyak organ di tubuh anak-anak. Salah satu yang paling berat, bisa terjadi radang paru-paru dan bahkan bisa menjadi radang otak akibat virus campak ini,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media