Sudah Sebulan, Longsor Tanjung Burung Tangerang Belum Juga Diperbaiki

Longsor di Jl Raya Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. 19 Maret 2021 lalu.

KABUPATEN TANGERANG- Sudah sebulan berlalu sejak Jl Tanjung Burung di Teluknaga, Kabupaten Tangerang longsor. Perbaikan belum bisa dilakukan karena Pemerintah Kabupaten Tangerang masih menunggu izin dari Balai Besar Sungai Wilayah Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Surat permintaan rekomendasi teknis kami layangkan ke BBWSCC tanggal 29 Maret 2021,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, saat dimintai keterangannya, Kamis (15/4).

Pengiriman surat permohonan ke BBWSCC sebelum perbaikan jalan di pinggir Sungai Cisadane itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2015 tentang Penggulangan Darurat Bencana Akibat Daya Rusak Air. Hingga kini, Pemkab Tangerang belum menerima balasan dari BBWSCC.

Sembari menunggu respons BBWSCC, Pemkab Tangerang membangun jalan alternatif supaya akses warga tidak terputus. Jalan alternatif itu membujur persis di sebelah ruas Jl Tanjung Burung yang rusak. Posisinya lebih rendah.

“Jalan alternatif panjang 98 meter dan lebar 3 meter,” kata Slamet Budhi Mulyanto.

BBWSCC adalah pihak dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengelola Sungai Cisadane, termasuk bantarannya. Jalan longsor itu terjadi di pinggir Sungai Cisadane.

Kepala Desa Tanjung Burung, Idris Efendi, menjelaskan jalan yang longsor itu adalah akses menuju enam kampung di Desa Tanjung Burung. Jalan itu longsor pada 13 Maret lalu.

BBWSCC menjelaskan jalan itu, sebelum longsor, dibikin pihak swasta tanpa izin terlebih dahulu kepada pihaknya.

“Kalau membangun jalan di bantaran sungai seharusnya meminta izin dulu,” kata Kepala BBWSCC, Bambang Heri Mulyono beberapa waktu lalu.  ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp