Suasana SDN 03 Palmerah Saat Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Suasana SDN 03 Palmerah, Jakbar, saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Rabu (7/4).

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) , Rabu (7/4). Salah satu sekolah yang sudah lolos penilaian dari Dinas Pendidikan DKI adalah SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat.

Pantauan pada Rabu (7/4) pagi, di SDN 03 Palmerah, Jakbar,  tersedia  jalur keluar-masuk untuk para siswa dan tenaga pendidik. Selain itu juga tersdia tempat untuk cuci tangan hingga pemeriksaan suhu tubuh.

Tak hanya itu, SDN 03 Palmerah juga menyediakan ruang isolasi bilamana ada siswa yang suhu tubuhnya melebihi batas maksimal. Lalu, ruang kelas hanya diisi 50 persen dari total siswa dan mereka wajib memakai masker dan face shield.

Pengawas SDN 03 Palmerah, Kuat Waluyo mengatakan, pelaksanaan PTM di SDN 03 Palmerah sejauh ini berjalan lancar. Rabu (7/4) siswa yang mengikuti PTM adalah siswa kelas lima dengan jumlah 23 orang dari total 26 siswa.

“Hari Rabu ini kelas lima. Ada 26 (siswa), tapi ada tiga yang tidak diizinkan dengan alasan dua masih khawatir dan satu ibunya melahirkan. Jadi ada 23,” kata Kuat saat ditemui di lokasi.

Kuat menjelaskan, 23 siswa yang masuk sekolah terbagi dalam dua ruangan agar kapasitas maksimal 50 persen bisa tercapai.

“Jadi ada dua ruangan. Satu ruangan 11 siswa, satu ruangan lagi 12 siswa,” katanya menjelaskan.

Secara umum, ada tiga kelas siswa yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka. Mulai dari kelas empat, lima, dan enam. Kelas empat mendapat giliran PTM tiap Senin. Lalu harinya Selasanya kelas akan disemprot disinfektan.

Kemudian pada Rabu giliran kelas lima yang masuk kelas. Lalu pada Kamisnya ruang kelas disterilisasi. Terakhir, pada Jumat giliran kelas enam yang masuk kelas, dan hari Sabtunya ruangan disterilisasi. Adapun jam masuk sekolah dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Siswa diimbau membawa bekal makanan sendiri lantaran kantin belum dibuka.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp