International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Suara Puan Tetap Rendah meski Ganjar Tak Dapat Tiket Capres 2024 dari PDI-P

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani.

JAKARTA –  Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap,  Puan Maharani kemungkinan besar tidak akan mendapatkan limpahan suara yang signifikan apabila ia yang dipilih PDI-P maju capres 2024, bukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Tidak otomatis ada limpahan suara dari Ganjar ke Puan ketika Ganjar tidak maju, itu yang kita lihat,” ujar peneliti SMRC Deni Irvani dalam hasil survei SMRC per 3-9 Oktober 2022 yang dirilis pada Minggu (23/10).

Dalam hasil survei itu, sejauh ini Ganjar masih memiliki elektabilitas paling kuat dari berbagai simulasi yang dilakukan, disusul Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bersaing ketat

Jika pemilihan presiden digelar saat ini, dengan simulasi 4 nama tertutup (Ganjar, Prabowo, Anies, dan Puan), maka Puan ada di urutan buncit dengan elektabilitas hanya 5,6 persen. Sementara itu, Ganjar dapat memperoleh suara 30,1 persen, disusul Prabowo 26,4 persen, dan Anies 25,1 persen.

Puan diprediksi tersisih ke putaran kedua. Dengan simulasi 3 nama tertutup (Prabowo, Anies, dan Puan), nasib Puan diprediksi tak jauh beda karena tingkat keterpilihannya cuma 10,4 persen.

Pada simulasi ini, ada 19,1 persen responden yang belum memutuskan. Seandainya pun Puan menggasak seluruh suara mereka, tingkat keterpilihan putri Megawati Soekarnoputri itu masih di angka 29,5 persen, alias masih keok dari Prabowo dan Anies.

Prabowo dan Anies diprediksi bakal melenggang mulus ke putaran kedua, jika Ganjar tak ikut kontestasi, dengan elektabilitas 39,3 persen (Prabowo) dan 31,2 persen (Anies).

Walaupun demikian, elektabilitas Puan dalam 1,5 tahun mulai merangkak naik meskipun landai. Berdasarkan survei SMRC pada Mei 2021, elektabilitas Puan hanya 0,3 persen. Sempat naik-turun di bawah 1 persen, elektabilitas Puan kembali menyentuh 0,3 persen pada Mei 2022.

Namun, per survei SMRC pada Agustus 2022, elektabilitas Puan mencapai 1 persen, dan naik jadi 2,1 persen per Oktober 2022. SMRC mengeklaim survei ini dilakukan dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate sebesar 1.027 atau 84 persen, dengan margin of error survei diperkirakan ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). ***

Osmar Siahaan

Komentar