STB Harapan Bersama Pontianak Praktekkan Pengabdian Masyarakat Lewat Aksi Nyata Tanam Pohon

Dosen dan mahasiswa STB Harapan Bersama berfoto bersama.

PONTIANAK –Perguruan tinggi bukan sekedar lembaga pendidikan yang memberikan ilmu pengetahuan. Tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian serta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakatan yang dikenal dengan sebutan Tridharma Perguruan Tinggi.

Tiga orang guru STB Harapan Bersama Pontianak Zhou Yan Qing, Wen Guang dan Yi Ling bersama 20 orang mahasiswa Jumat (23/4) pagi berkumpul di depan pintu gerbang kampus STB Harapan Bersama.

Mereka tak lupa menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. dan setelah berdoa bersama mereka lalu bertolak menuju Pantai Pasir Panjang Singkawang.

Pukul 15.00 WIB, rombongan tiba di lokasi tujuan. Setibanya di pantai tersebut, rombongan lalu menurunkan barang bawaan mereka di rumah penginapan yang ada disana.  Kemudian mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan yang akan mereka lakukan keesokan hari.

Mahasiswa STB Harapan Bersama berfoto bersama di depan papan pengumuman yang mereka pasang.

Keesokan pagi rombongan mahasiswa dan dosen STB Harapan Bersama menuju kawasan hutan di dekat Pantai Pasir Panjang.

Mereka kemudian menanam bibit pohon pucuk merah yang mereka bawa.

Seusai menanam pohon tersebut, para siswa tak lupa menancapkan papan pengumuman “Pelihara lingkungan dan dilarang membakar hutan”.

Diharapkan papan pengumuman tersebut dapat mengingatkan penduduk setempat dan tokoh masyarakat agar bersama-sama menjaga alam bersama-sama.

Selepas kegiatan, para mahasiswa menyampaikan melalui kegiatan bakti sosial ini, mereka merasa mengikuti kegiatan bakti sosial ini membuat mereka mempelajari banyak ilmu pengetahuan.

Penanaman bibit pohon pucuk merah juga harus mempelajari banyak pengetahuan dan keterampilan. Juga membutuhkan kerjasama yang seia sekata. Hanya melalui pengalaman pribadi langsung maka kita baru dapat benar-benar memahami prinsip tersebut.

Para mahasiswa berharap kelak mereka dapat beroleh kesempatan kembali untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Karena mereka menganggap hal ini adalah pengalaman yang amat menggembirakan dan juga amat bermakna. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp