Status Tersangka 6 Laskar FPI yang Tewas Tertembak di Jl Tol Gugur di Mata Hukum

Ilustrasi

JAKARTA  – Bareskrim Polri resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan  terhadap polisi di Jalan Tol di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Dengan demikian, status tersangka yang disematkan kepada 6 anggota Laskar FPI yang tewas dalam insiden tersebut otomatis gugur di mata hukum.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menjelaskan, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.

“Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/3).

Disisi lain, kata Argo, aparat kepolisian sudah menerbitkan Laporan Polisi (LP) soal dugaan adanya Unlawful Killing di kasus penyerangan Laskar FPI tersebut.

Saat ini, Argo menyebut, ada tiga polisi dari jajaran Polda Metro Jaya yang sudah berstatus terlapor. Hal itu sebagaimana dengan instruksi Kapolri untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM soal perkara ini.

“Rekomendasi dan temuan Komnas HAM, kami sudah jalankan. Saat ini masih terus berproses,” pungkasnya.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus, pemberian SP3 terhadap enam Laskar FPI itu dilakukan karena keenamnya sudah meninggal dunia.

“Nanti kita SP3 karena tersangka meninggal dunia,” tegas Agus di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/3).

“Ya nanti akan dihentikan,” tambahnya.

Sebelumnya, Bareskrim menetapkan enam laskar FPI sebagai tersangka kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek. Karena penetapan status hukum dengan kondisi tersangka yang sudah meninggal dunia, polisi menyatakan berkas tersebut sudah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dengan tujuan, pengkajian lebih mendalam terkait dengan kelanjutan kasus itu.

Menurut Dir Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, polisi memang masih melanjutkan pengusutan kasus itu selama proses penyidikan. Namun, perkara tersebut dapat dihentikan apabila memang Jaksa berpendapat lain.

“Ke depannya berkas akan dilimpahkan ke Jaksa. (Penghentian kasus) Itu kan bisa di penyidikan bisa di penuntutan. Kami sudah berkoordinasi dengan Jaksa,” ujar Andi.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp