Stabilkan Harga, Disperindag Lebak Gelar Operasi Pasar di Bulan Ramadan

Operasi pasar sembako di bulan Ramadan.

LEBAK- Guna mengendalikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak kembali menggelar operasi pasar khusus di masing-masing Kecamatan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pasar pada Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Dedi Setiawan melalui keterangan tertulis, Jumat (16/4).

“Kita memang rutin melaksanakan operasi pasar dalam setahun sekali khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Tujuanya adalah untuk mengantisipasi kenaikan harga di pasar,” kata Dedi.

Lebih lanjut Dedi menyebut, meski kondisi pandemi Covid-19, Disperindag Lebak tetap menggelar operasi pasar dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat. Kata Dedi, pihaknya optimistis pada tahun ini, tidak akan ada lonjakan kenaikan harga sembako yang signifikan.

“Jadi untuk operasi pasar, kita lakukan langsung ke masyarakat tersebar di 28 Kecamatan yang ada di Lebak. Sasaran yang kita tuju jelas masyarakat yang memang langsung membutuhkan,” tutur Dedi.

Dedi menjelaskan, untuk jenis komoditi yang nanti akan dijual murah yaitu terigu, gula pasir, minyak goreng dan beras. Menurut Dedi, momentum bulan Ramadan kali ini harus dirayakan dengan rileks dan menyenangkan oleh masyarakat.

“Jadi puasa kan 30 hari, kita akan lakukan pemantauan harga langsung ke masyarakat, petugas kita turun langsung ke lapangan,” terang Dedi.

Dedi berharap dengan digelarnya operasi pasar tahun ini, bisa membantu masyarakat dalam mencari kebutuhan pokok saat melaksanakan ibadah puasa. Kata Dedi, paket-paket murah yang disalurkan bisa bermanfaat.

Dedi menyebut, saat ini, dia telah melakukan koordinasi yang ketat dengan Bulog Lebak-Pandeglang dalam mengantisipasi kelonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dedi optimitis harga kebutuhan pokok di Lebak relatif stabil.

“Sudah kita koorinasikan dengan pihak Bulog Lebak-Pandeglang, bahkan sudah kita cek, ketersediaan beras dan komoditi lain masih cukup aman menjelang Ramadan dan Idulfitri,” imbuhnya.

Salah seorang warga Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Ade Musfiroh (38) yang ditemui di lokasi operasi pasar mengaku, dia berbelanja di operasi pasar karena harganya lebih murah dibandingkan dengan harga pada umumnya.

Ade menyebut, untuk rata-rata harga bahan pokok murah meski berbeda sedikit. Menurut Ade, dia rela menunggu antre jika stok barang yang dibelinya kosong.

“Saya belanja mencari selisih harga, kalau harganya lebih murah ya kita akan beli apalagi kualitasnya juga tak begitu beda,” tutur Ade. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp