International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Sopir Angkot Cimahi Keluhkan TMP, Organda Minta DIbangunkan Shelter

Mulai beroperasinya TMP membuat para sopir angkutan umum waswas penumpangnya hilang. Organda pun meminta agar TMP dibuatan shelter khusus penumpang.

NGAMPRAH-  Para sopir angkutan umum di Kabupaten Bandung Barat (KBB) merasa dirugikan dengan beroperasinya bus Trans Metro Pasundan (TMPkoridor 2 rute Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan.

Pasalnya, bus Trans Metro Pasundan (TMPkoridor 2 bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di mana saja. Organda KBB pun minta dibangunkan shelter bus TMP.

Salah seorang sopir angkot Cimahi-Padalarang, Dapit (56) mengaku bingung dan mempertanyakan nasib sopir Angkot dengan adanya TMP koridor 2. Menurutnya, bagi sopir angkot seperti dirinya sehari bisa menutup setoran sudah untung.

“Kita makan ini bergantung pada penumpang di sepanjang Bandung Barat-Cimahi, kalau semuanya ditarik oleh TMP gimana nasib kita?” keluhnya, Selasa (12/4).

Ia menyebut, dalam sehari biasanya dirinya bisa mendapat penghasilan sebesar Rp200 ribu. Namun, sekarang dirinya hanya bisa gigit jari lantaran uang yang didapat habis untuk setor ke pemilik angkot.

“Kalau ada penumpang dalam satu kali jalan aja udah syukur sekarang mah. Kita sih pengennya dibuat ketentuan yang gak berat sebelah,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) KBB, Asep Dedi Setiawan mengatakan, keberatan para sopir angkot ini menjadi bekal untuk melakukan evaluasi. Pihaknya sudah mengajukan usulan untuk dibentuk tempat pemberhentian tertentu.

“Kita sadar kita tidak bisa menolak kehadiran bus Trans Metro Pasundan. Maka kami tawarkan solusi yakni dengan membuat shelter atau titik pemberhentian bagi bus TMP,” katanya.

Ia menjelaskan, dua titik pemberhentian itu diusulkan dibangun sepanjang jalan Raya Padalarang-Cimahi. 

“Hal ini demi menyeimbangkan operasi angkutan umum agar tidak saling bentrok penumpang,” jelasnya. “Misalnya, di Cimareme satu di Cimahi satu. Jadi angkot bisa tenang untuk beroperasi. Jika pun nanti ada penumpang bus, angkot bisa mengantar sampai shelter,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga