International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Songsong Indonesia Emas 2045, Tranformasi Digitalisasi Perpustakaan Suatu Keharusan

Suasana saat talkshow berlangsung.

JAKARTA–Revolusi Industri 4.0 memiliki ciri utama, yaitu menggabungkan antara teknologi komunikasi dan informasi dalam bidang industri.

Munculnya Revolusi Industri 4.0 ini,  menyebabkan perubahan yang sangat pesat dalam berbagai sektor kehidupan dan berdampak pada efektifitas dan efisiensi dalam proses kinerja.

4.0 erat kaitannya dengan literasi, transformasi digital, dan disrupsi pasar kerja yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

Revolusi Industri 4.0 menekankan pada kecepatan dan luasnya jaringan.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan urgensi dari transformasi terkait dengan membangun ekosistem digital nasional. Salah satunya membangun jaringan. 

“Kami mengumpulkan informasi yang berserakan di masyarakat. Karena di seluruh dunia, ini merupakan tugas dari pustakawan. Kemudian di diseminasi dan dikemas ulang dalam bentuk informasi jadi, sehingga memudahkan para pengguna dalam memanfaatkannya,” jelasnya dalam talk show di Antara TV bekerja sama dengan Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya, Selasa (19/4).

Talk show mengambil tema “Transformasi Perpustakaan Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional”.

Syarif mengungkapkan, di sepanjang tahun 2022 ini, Perpusnas menargetkan mininal satu juta content creator untuk tampil di channel Youtube Perpusnas dengan memanfaatkan Perpusnas sebagai pusat informasi.

“Jadi kami tidak menciptakan aplikasi khusus, tapi fokus membangun jaringan,” ucapnya.

Misalnya, produk sarung atau pintu ukir Bali yang dipasarkan melalui market place Alibaba. Dijual dengan harga ratusan dollar, tapi belum ada buku cara membuatnya.

Syarif menegaskan semua bisa jadi pengusaha dengan produk yang ada. Tapi bagaimana membangun ekosistem dengan produk terstruktur melalui UMKM.

Syarif membeberkan, ada enam target yang disusun Perpusnas RI dalam transformasi digital,  yakni konten, olah, layanan, preservasi, dukungan, dan akses.

Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Pemajuan Budaya dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Didik Suhardi menegaskan bahwa transformasi suatu keharusan.

Kemenko PMK punya tugas membangun manusia dan kebudayaan sehingga menjadi orang-orang hebat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami punya siklus pembangunan manusia, yaitu siklus seribu hari kehidupan, siklus anak usia dini, siklus sekolah, siklus perguruan tinggi, siklus usia produktif dan siklus lansia,” jelasnya.

Enam siklus ini harus diintervensi dengan baik. Harus bisa menjamin enam siklus manusia tersebut dilakukan secara maksimal. Dan literasi merupakan penghubung bagian yang harus dilakukan terhadap enam siklus pembangunan manusia ini. Tentu perpustakaan menjadi referensi dari seluruh literasi, maka harus melakukan transformasi sejalan dengan perkembangan informasi dan teknologi.

“Saat ini eranya industri 4.o yang ditandai dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, kolaborasi serta kecerdasan buatan. Harus diimbangi dengan kemampuan perpustakaan sehingga bisa bertransformasi. Jadi, bisa diakses di seluruh dunia,” bebernya. bam

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga