International Media

Senin, 8 Agustus 2022

Senin, 8 Agustus 2022

SKK Migas Perkuat Kapasitas Nasional Dukung Target Produksi Migas 2030

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus berupaya memperkuat kapasitas nasional melalui peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) guna mendukung target produksi migas 2030.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya terus memfasilitasi kerja sama yang lebih luas di antara semua pemangku kepentingan industri hulu migas nasional.

“Forum Kapnas merupakan salah satu upaya industri hulu migas untuk mendongkrak kemampuan industri nasional dalam mendukung kegiatan hulu migas dengan menjadi showroom bagi pemain-pemain dalam negeri untuk menunjukkan kemampuannya agar dapat diserap industri hulu migas,” kata Dwi Soetjipto dalam pembukaan Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) II 2022 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7).

Dilansir Antara, Dwi berharap forum tersebut dapat menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha hulu migas, dan perusahaan jasa pendukung baik perusahaan nasional maupun lokal untuk meningkatkan multiplier effect (dampak ganda).

“Di sini kami memfasilitasi kerja sama di antara pelaku usaha untuk terlibat lebih jauh dalam aktivitas industri hulu migas nasional. Kerja sama ini tentunya akan memperkuat kapasitas nasional, untuk mengejar target produksi 2030, menuju produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030,” katanya.

Pemerintah sendiri telah mengarahkan bahwa sektor migas tidak hanya sebagai sumber energi bahan baku industri atau penerimaan negara namun harus jadi lokomotif perekonomian nasional.

Oleh karena itu, dalam Rencana Strategis Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0, peningkatan kapasitas nasional telah menjadi bagian dalam upaya transformasi industri hulu migas, khususnya dalam melaksanakan peningkatan daya saing pemasok nasional. “Sehingga ke depan kapasitas nasional akan berkembang tidak hanya produknya made in Indonesia tapi made by Indonesia,” katanya.

Hingga Semester I 2022, capaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas telah mencapai 63 persen, melampaui target yang ditetapkan pemerintah yang sebesar 57 persen.

Sementara itu, hingga Semester I tahun 2022, industri hulu migas berkontribusi terhadap penerimaan negara sebesar 9,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp140 triliun. Angka itu mencapai 97,3 persen dari target tahunan penerimaan negara pada APBN 2022, yang ditetapkan sebesar 9,95 dolar AS.

Ada pun nilai kontribusi industri migas terhadap industri lain pada periode 2020-Juni 2022 mencapai Rp174,53 triliun. Angka ini jauh melampaui nilai kontrak komoditas utama migas sendiri yang sebesar Rp141,20 triliun.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga