International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

SidoMuncul Garap Iklan Terbaru Tolak Linu, Bertemakan Wayang dan Sinden

Irwan Hidayat dan Elisha Ocarus Allaso di tengah pembuatan iklan baru Tolak Linu.

JAKARTA – Indonesia kaya akan seni dan budaya, salah satunya adalah pertunjukan wayang. Seni khas Jawa ini menggunakan media wayang yang dibawakan oleh dalang dan sinden. Hanya sayang, minat anak muda terhadap pertunjukan wayang boleh dibilang masih minim.

Guna mempopulerkan budaya Indonesia tersebut, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk mengangkat tema pewayangan dalam iklan terbaru produk Tolak Linu. Sido Muncul berupaya memperkenalkan wayang kulit melalui konsep yang lebih modern dengan menggaet pesinden asal Yogyakarta Elisha Ocarus Allasso.

“Jadi kami mengangkat tema ini supaya wayang kulit yang merupakan bagian dari

kebudayaan Indonesia ini bisa dikenal lebih luas, khususnya untuk anak muda. Memang penggemarnya itu tidak banyak, karena tidak dikemas dengan baik. Nah, saya waktu lihat dia (Elisha) di TV itu, saya lihat caranya tampil beda dan buat anak muda senang. Iklan ini akan digarap secara modern, tapi tetap memiliki unsur tradisionalnya,” ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat dalam proses pembuatan iklan Tolak Linu di Pamulang, Selasa (19/4).

Irwan dan Elisha bercengkerama mengenai wayang di sela penggarapan iklan terbaru Tolak Linu.

Tema pewayangan dengan konsep lebih kekinian ini diharapkan bisa menyasar para khalayak khususnya kaum milenial agar lebih tertarik dengan wayang. Terlebih ia menyebut Elisha merupakan dalang dan sinden yang memiliki gaya khas tersendiri dalam menampilkan pertunjukan yang lebih kekinian.  “Pokoknya yang penting saya yakin anak-anak muda senang tapi tampilannya harus beda, mesti relevan dengan zamannya dong,” imbuh Irwan.

Dalam kesempatan yang sama, Elisha mengungkapkan ketertarikannya terlibat dalam proses promosi Tolak Linu karena menemukan kesamaan untuk mempopulerkan budaya wayang kepada generasi muda.

“Kami (saya dan Sido Muncul) memiliki frekuensi atau cara berfikir yang sama tentang mengangkat budaya. Jadi apa yang menjadi tradisi kita, budaya kita, bisa diangkat tetapi dikemas dengan cara berbeda. Saya punya mindset yang sama bahwa wayang ini bisa dikenali ke teman-teman muda dengan cara yang berbeda. Walaupun ini tetap sama dengan pertunjukan wayang yang klasik namun saya bisa menyampaikannya secara lebih entertaining gitu ke teman muda-muda,” jelas Elisha.

Elisha juga berharap lewat iklan ini, dirinya bisa mengedukasi dan menimbulkan minat masyarakat terhadap seni budaya wayang. “Harapannya bisa mendekatkan sedikit demi sedikit dengan sesuatu yang aneh. Itu sama kaya yang aku lakukan di atas panggung, aku mendekatkan teman-teman ke pertunjukan wayang. Nah, di sini juga dibantu dengan produk ini mungkin bisa dalam waktu 30 detik mereka akan lebih curious,” tuturnya.

Sebagai informasi, Elisha merupakan sinden wayang kulit yang sudah berkiprah sejak tahun 2011. Ia konsisten memperkenalkan budaya wayang melalui setiap pertunjukannya. Menariknya lagi, tak hanya berparas cantik, sinden Elisha juga memperdalam kariernya dengan menempuh pendidikan Sarjana (S1) Pedalangan, Magister (S2) Psikologi dan pendidikan Doktor (S3) Kajian Seni Masyarakat. bam

Vitus DP

Komentar

Baca juga