Jumat, 9 Desember 2022

Jumat, 9 Desember 2022

Sidang Etik Brigjen Pol Hendra Kurniawan akan Digelar Pekan Depan

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan sidang etik terhadap Brigjen Pol Hendra Kurniawan digelar pada pekan depan. 

Hendra merupakan salah satu tersangka kasus obstruction of justice terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Adapun sidang etik terhadap Brigjen Pol Hendra Kurniawan sempat tertunda beberapa kali. 

“Kemungkinan pekan depan,” ujar Listyo di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Sabtu (1/10). 

Dia menjelaskan bahwa tertundanya sidang etik Hendra dikarenakan adanya saksi yang sakit. 

“Ya karena kemarin kebetulan ada saksi yang sakit, tapi secara prinsip tidak ada masalah,” kata Listyo Sigit. 

Dalam kasus obstruction of justice, Polri telah menetapkan tujuh tersangka pidana. Mereka adalah Ferdy Sambo (mantan Kadiv Propam Polri), Brigjen Pol Hendra Kurniawan (eks Karopaminal Divisi Propam Polri), Kombes Pol Agus Nurpatria (eks Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri), AKBP Arif Rahman Arifin (eks Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri). Lalu, Kompol Baiquni Wibowo (eks PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri), Kompol Chuck Putranto (eks PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri), dan AKP Irfan Widyanto (eks Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri). 

Sementara itu, terkait penyelesaian kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yakin bahwa apa yang dilakukan pihaknya telah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) . 

“Saya kira beliau waktu itu sudah pernah mengarahkan, semuanya sudah on the track,” ujar Listyo.

Listyo menegaskan bahwa Polri sedari awal sudah memiliki komitmen untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

“Dan tentunya kita juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami Polri dari awal komit untuk memproses kasus ini secara tegas dan transparan. Dan saya kira publik bisa melihat perjalanan dari penanganan kasus ini, mohon doanya,” jelasnya.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga