Seorang Pria di Malaysia Klaim Disuntik Vaksin Pfizer Kosongan

Seorang pria Malaysia klaim dirinya disuntuk vaksin Pfizer kosong.

Seorang pria Malaysia asal kota Kapar, Malaysia, mengklaim telah disuntik vaksin Pfizer dosis kosong di Rumah Sakit Banting pada Selasa (6/7).Ia kemudian mengunggah video proses vaksinasinya di media sosial, dan mengajukan aduan ke polisi.

Pria bernama Simon Ng itu bercerita, saat menunggu giliran dia melihat banyak jarum suntik yang diletakkan di atas meja, semuanya berisi cairan. Saat akan disuntik, Simon mengaku diinstruksikan oleh petugas medis agar mengalihkan pandangan dari lengannya, dan dia melakukannya.

Namun Simon mengarahkan kamera ponselnya ke lengan kiri untuk merekam prosesnya. Kepada World of Buzz pada Kamis (8/7) dia mengatakan, seluruh proses penyuntikan sangat cepat dan tidak sakit, tapi terasa seperti ada yang salah

 Lalu setelah keluar dari bilik vaksinasi, dia mengeluarkan ponselnya untuk menonton ulang prosesnya. Setelah menonton videonya, dia memperhatikan jarum suntiknya tidak mengandung cairan.

Simon langsung menghampiri petugas medis dan menunjukkan kepada mereka video tersebut, tapi mereka tidak merespons.

“Setelah mereka menontonnya beberapa kali, mereka diam. Mereka kemudian bertanya kepadaku, ‘Jadi apa yang Anda inginkan sekarang?’” klaimnya.

“Saya punya empat anak yang belum bisa divaksinasi, dan mereka pasti bergantung pada kita untuk melindungi mereka. Kalau saya membawa pulang virus, mereka yang paling mudah terinfeksi,” lanjut Simon kepada World of Buzz.

Keempat petugas medis di bilik vaksinasi akhirnya mau memberinya suntikan kedua, tetapi Simon mengklaim disuruh menghapus video tadi. Namun Simon hanya menghapus beberapa video serta foto, dan tetap menyimpan file aslinya. Setelah menerima suntikan kedua di tempat yang sama, dia mengatakan kali ini rasanya berbeda.

“Saya bisa membedakan apakah itu benar-benar disuntikkan atau tidak, karena kali ini rasanya berbeda,” kata Simon.

Simon kemudian mengunggah video suntikan pertama ke Facebook lalu mengajukan aduan ke polisi. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email “Menurut inspektur, mereka perlu menyelidiki lebih dulu. Mereka akan mengabari saya lagi. Jadi, dari waktu ke waktu, saya harus pergi ke kantor polisi Banting setiap kali mereka memanggil saya,” ungkap Simon.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp