Seorang Istri Muda di Prancis Ditembak dan Dibakar Hidup-hidup oleh Suaminya di Jalan

PARIS– Seorang istri  muda Prancis berusia 31 tahun ditembak dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya.

“Sang suami mengejar mama muda itu di jalan dan menembak kakinya sebelum menyiramnya dengan cairan yang mudah terbakar dan membakarnya,” ungkap pernyataan kepolisian pada Rabu (5/5).

Serangan mengerikan itu terjadi pada siang hari bolong Selasa (4/5) di lingkungan Merignac yang makmur, dekat bandara Bordeaux, di barat daya Prancis.

Wanita dan pria berusia 44 tahun itu telah berpisah. Anak-anak mereka ada tiga orang yakni berusia tiga tahun, tujuh tahun dan 11 tahun yang tinggal bersama ibu mereka.

Pria itu melepaskan beberapa tembakan ke arah wanita itu saat dia melarikan diri di jalan. Tembakan itu mengenai kakinya.  “Setelah ditembak, mama muda itu pingsan, suaminya membakarnya,” papar kepolisian.

Pria itu melepaskan beberapa tembakan ke arah wanita itu saat dia melarikan diri di jalan. Tembakan itu mengenai kakinya. “Setelah ditembak, mama muda itu pingsan, suaminya membakarnya,” papar kepolisian.

Sang suami ditangkap setengah jam setelah pembunuhan di distrik tetangga Pessac. “Dia membawa satu pistol, pistol pelet dan sabuk peluru,” ungkap kantor kejaksaan Bordeaux.

Dia didakwa sebagai pembunuh istrinya dan juga telah memulai kebakaran yang merusak rumahnya.

Otoritas lokal telah mendirikan layanan konseling bagi para saksi pembunuhan tersebut. “Anak-anak pasangan itu tidak ada di rumah saat serangan itu terjadi,” ungkap kantor kejaksaan yang menambahkan anak-anak itu menerima konseling trauma.

Isu kekerasan dalam rumah tangga dan pembunuhan memicu protes di Prancis pada 2019. Para aktivis mengeluhkan bahwa perempuan yang berusaha melaporkan pasangan yang melakukan kekerasan domestik kepada polisi sering kali ditolak.

Tahun itu, 146 wanita dilaporkan dibunuh oleh suami atau pasangannya, meningkat 21% dari tahun sebelumnya.

Setelah protes, pemerintah memperkenalkan penggunaan gelang elektronik untuk memperingatkan para korban ketika penyerang mereka berada di dekatnya.

Pada 2020, jumlah pembunuhan turun menjadi 90 orang.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp