Saturday, 13 July 2024

Search

Saturday, 13 July 2024

Search

Seniman Ini Sajikan Karya Seni Pop Art Terinspirasi dari  Maestro Basoeki Abdullah di ArtMoments

Seniman Peter Rhian Gunawan dan Arkiv Vilmansa.

JAKARTA— “ArtMoments Jakarta”, sebuah acara tahunan yang menyatukan para penggemar seni dan kolektor dengan galeri-galeri ternama baru saja sukses digelar pada Jumat (18/8) hingga Minggu (20/8), di Grand Ballroom Hotel Sheraton Grand Jakarta Gandaria City.

         Kegiatan seni tersebut banyak menarik perhatian masyarakat, utamanya pecinta seni.

Lukisan karya Basoeki Abdullah yang menginspirasi seniman Peter Rhian Gunawan dan Arkiv Vilmansa.

Salah satu yang menarik perhatian yaitu tampilnya seniman Pop Art Peter Rhian Gunawan dan Arkiv Vilmansa. Karya kedua seniman ini disajikan di booth oleh G3N Project x Museum of Toys.

Pada kesempatan ini, seniman lulusan Institut Teknologi Bandung Peter Rhian Gunawan menyajikan karakter ciptaannya, Redmiller Blood, melalui lukisan berjudul “Soaring in the sky”.   Karyanya ini terinspirasi dari lukisan karya maestro Basoeki Abdullah.

         Lukisan karya Basoeki yang dia hadirkan dalam karakter Redmiller Blood menampilkan sosok pria yang duduk di atas burung rajawali.

“Ketika aku riset untuk lukisan Basoeki Abdullah sebenarnya lukisan ini berkisah tentang perjuangan, proses kehidupan manusia yang relate dengan kehidupan Redmiller,” ujar Peter Rhian, Jumat (20/8).

Pengunjung mengamati dua karya seni dari Arkiv Vilmansa.
 

Dia menggambarkan karakter Redmiller Blood sebagai sosok animasi menggemaskan dengan rambut merah dan mata besar. Ini, jelas Peter Rhian, sebenarnya merupakan refleksi dari hasrat manusia yang ingin dicintai, dianggap berani, dan diterima lingkungan masyarakatnya.

         Selain lukisan “Soaring in the sky”, Peter juga menghadirkan satu lukisan lain yang dia beri judul “Final Destiny” dan masih terinspirasi dari lukisan karya Basoeki Abdullah.

Lukisan ini berkisah tentang proses perjuangan manusia baik yang sudah mencapai garis akhir ataupun belum. Dalam lukisan, karakter Redmiller tampak berada di atas kuda yang sedang terjatuh. Di sekitarnya, tampak bunga-bunga dengan ekspresi wajah tertawa. 

Dosen desain komunikasi visual di Universitas Kristen Maranatha itu telah berpartisipasi dalam sejumlah pameran di tingkat nasional dan berbagai negara seperti Hong Kong, Shanghai, New York, Korea Selatan, Australia.

         Seniman Pop Art Arkiv Vilmansa memamerkan dua lukisan yang terinspirasi dari lukisan Basoeki Abdullah berjudul Tegar Kokoh Bagai Batu Karang dan Sang Pemenang.

Arkiv merepresentasikan “Homage to Basoeki Abdullah” kepada dua karyanya yang berjudul “Thunder Strike” dan “Thunder Bird”. Baginya sosok pelukis romantisme itu sebagai sosok “legend” yang ia senangi dan hormati.

“Basuki Abdullah seniman legend, pas ngerjainnya kita sebagai seniman muda memang berpikir bisa seluas mungkin karena bekerja dengan freedom, tapi tentunya tetap mengedepankan apa yang kita yakini sebagai seniman dan jangan ego untuk tetap nilai-nilainya terjaga,” ujar Arkiv.

Arkiv dari 12 tokoh ciptaannya, di karya ini, seniman asal Bandung ini menampilkan sosok Domma. Domma ini ia ciptakan dimana terinpirasi dari anaknya yang terkecil.

Menurut dia karyanya ini sebagai apresiasi akan Basoeki Abdullah dengan mereplikasi seni lintas umur dan lintas seniman dalam sajian Pop Art. kris

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media