Seekor Kucing di Italia Terinfeksi Covid-19 Varian Inggris

Ilustrasi

Seekor kucing di Italia terdiagnosis dengan Covid-19 varian Inggris, kasus pertama di negara itu. Si kucing, jantan dengan ras dari variestas Eropa, jatuh sakit di Novara, 10 hari setelah pemiliknya juga dikonfirmasi positif.

Tim dokter mengatakan, hewan itu mengalami gejala seperti kesulitan bernapas. Namun, kini bersama pemiliknya, kondisinya berangsur pulih. Kabar itu didapatkan setelah ilmuwan dari Institut Penelitian Kesehatan Hewan Piedmont, Liguria, dan Valle d’Aosta melakukan pemeriksaan.

 Dari pemeriksaan, mereka menegaskan kucing itu tertular Covid-19 varian Inggris dari pemiliknya, bukan sebaliknya. Karena itu, pakar menyerukan pemilik yang positif virus korona dilarang bersentuhan dengan hewan peliharaan mereka.

Bartolomeo Grigio, kepala pencegahan Region Piedmont kepada media Italia ANSA berujar, kasus positif yang menimpa kucing ini tak perlu membuat panik. Grigio menjelaskan, karena sering berdekatan dengan pemiliknya, mereka berpotensi tertular virus korona.

“Bukan hal yang mengagetkan binatang bisa terinfeksi. Namun belum ada bukti mereka juga bisa menyebarkan,” tegasnya dilansir Daily Mail Senin (22/3).

Grigio menegaskan hingga saat ini, transmisi di antara manusia masih menjadi penyebab utama mewabahnya Covid-19.

Peneliti disebut sudah meyakini bahwa kucing rentan terhadap penularan virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu. Tahun lalu, sebuah tes terhadap kucing di Provinsi Hubei, Tiongkok, mengungkapkan ada 15 persen yang mempunyai antibodi, menandakan mereka pernah terpapar. Tes yang sama di Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan AS juga memaparkan infeksi korona di kucing domestik. Kemudian sejumlah kebun binatang di AS, Swedia, dan Spanyol juga melaporkan infeksi pada harimau dan singa. Selain kucing, ada juga hewan yang bisa terpapar virus korona seperti anjing peliharaan, simpanse, hingga cerpelai.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp