Satgas Pemtas TNI Perketat Pegawasan Jalur Tikus Perbatasan Indonesia – Malaysia

Satgas Pamtas menemukan narkoba jenis sabu yang akan diselundupkan ke Indonesia melalui i jalur tikus perbatasan Indoneia - Malaysia.

KAPUAS HULU  – Satgas Pamtas TNI kini memperketat pengawasan jalur tikus perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan pasca penemuan 50 kilogram lebih narkoba jenis sabu di jalkur tikus tersebut.

“Kami memperketat pengawasan di jalur batas dengan cara melaksanakan patroli serta kegiatan penyergapan di setiap titik jalur tikus yang mungkin dilalui oleh para pelaku ilegal di sektor wilayah satgas kami,” ujar Dansatgas Pamtas 407/PK Letkol Catur Irawan di Kapuas Hulu, Rabu (10/3).

Patroli Satgas Pamtas di jalur tidak resmi atau jalur tikus itu rutin dilakasanan, terutama di jalur yang kerap digunakan untuk penyelundupan.

“Patroli di patok-patok batas negara juga rutin kami lakukan dan selalu dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait yang bertugas di perbatasan,” katanya.

Sementara itu Kepala Imigrasi Kelas III Putussibau M Ali Hanafi mengatakan pengawasan di jalan tikus memang kewenangan Satgas Pamtas TNI, namun koordinasi dan patroli gabungan juga selalu dilakukan di sepanjang jalur tidak resmi itu.

” Pengawasan di perbatasan memang kami perketat, kami juga rutin melakukan operasi gabungan berupa patroli, apalagi sempat di kabarkan adanya penyelundupan narkoba,” katanya.

Menurutnya, jalur tikus memang rawan sebagai tempat penyelundupan barang ilegal serta pelintasan secara ilegal, sehingga upaya pencegahan serta pengawasan terus dilakukan bersama pihak terkait lainnya.

“Jalur tikus telah diawasi secara ketat dan itu di jaga oleh Satgas Pamtas,” ujarnya. Sebelumnya personel Satgas Pamtas yang berjaga di perbatasan RI-Malaysia di Kalbar dua kali menemukan narkotika jenis sabu. Temuan pertama yakni dua kardus berisi sabu seberat 49,2 Kg. Temuan kedua yakni satu kardus berisi 10 paket sabu dalam kemasan teh China seberat 10 Kg.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp