Sandiaga: Larangan Mudik Berpotensi Untungkan Wisata Banten

SERANG –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memprediksi wisata di kawasan pesisir Banten bisa ramai dampak dari larangan mudik. Ia  pun meminta pariwisata mulai dari Anyer hingga Tanjung Lesung bisa menyiapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Peniadaan mudik destinasi-destinasi di Banten akan banyak mendapatkan limpahan kunjungan oleh karena itu disiplin protokol kesehatan dan semua destinasi harus menyiapkan toilet juga,” kata Sandiaga usai membuka dialog tentang ekonomi kreatif di Kota Serang, Selasa (6/4/).

Sandiaga juga akan mendukung adanya destinasi alternatif seperti desa wisata. Ia pun berharap  desa wisata bisa siap menerima kunjungan wisatawan namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pemerintah akan memastikan prokes yang ketat dan disiplin, testing tracing dan treatment terakhir vaksinasi kita genjot supaya pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi lokomotif untuk membangkitkan kita,” katanya.

Lebih jauh  Sandiaga meminta pelaku wisata dan ekonomi kreatif berbenah di sisi protokol kesehatan. Warga yang biasanya ke arah timur, namun karena mudik dilarang bisa saja beralih ke daerah Barat seperti di pesisir Banten. “Jangan sampai ekonomi kreatif dituduh jadi klaster baru. Pariwisata dan ekonomi kreatif adalah jawaban,” ujarnya.

Sandiaga juga berharap sektor pariwisata Banten bisa memberikan ruang tenaga kerja untuk para penyandang disabilitas. Dalam kunjungan Sandi ke Serang terlihat sejumlah penyandang disabilitas ikut serta dalam barisan penari di sana.

Menurut Sandiaga, kehadiran penari disabilitas tersebut menjadi bukti terwujudnya pariwisata yang inklusif, berkualitas, berkelanjutan dan pariwisata yang berpihak kepada para penyandang disabilitas.

Kehadiran mereka pun dinilainya sebagai bentuk semangat atas kebangkitan sektor parekraf nasional. “Sekaligus ini sebagai penebar manfaat, semangat dan juga kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolaborasi,” tambahnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, dirinya mendorong adanya pembangunan infrastruktur, khususnya sarana dan prasarana yang ramah disabilitas. Termasuk toilet umum yang menurutnya harus bersih dan layak serta mengakomodasi para penyandang disabilitas.

“Karena temen-temen disabilitas ini harus menjadi bagian daripada pariwisata, jadi atraksinya harus juga inklusif bagi temen-temen disabilitas. Termasuk juga pembukaan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk para penyandang disabilitas,” jelasnya. Hal itu katanya sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 yang menargetkan 1-2 persen dari penyandang disabilitas diberikan lapangan pekerjaan yang berkualitas oleh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp