International Media

Minggu, 26 Juni 2022

Minggu, 26 Juni 2022

Salahgunakan BBM Bersubsidi, Bareskrim Sita Sejumlah Mobil hingga Kapal Tanker  

Bareskrim Polri.

PATI (IM) – Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menangkap 12 orang dalam kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Pati, Jawa Tengah.

“Jumlah tersangka dalam kasus tersebut adalah 12 orang. Peran mereka mulai pemodal hingga operator di lapangan,” tulis keterangan dari Humas Polri yang diterima pada  Senin (23/5).

Informasi dari kepolisian, kegiatan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut diduga dilakukan sejak tahun 2021 di mana para pelaku menampung BBM dari sejumlah SPBU dan kemudian diangkut kendaraan dan ditulisi BBM bersubsidi.

“Solar tersebut dijual ke nelayan dengan harga dibawah harga pasar BBM non subsidi. Setiap hari para pelaku dapat mengangkut 10 ribu-15 ribu liter solar,” demikian isi rilis tersebut.

Barang bukti yang ditemukan tim Tipidter Bareskrim di lokasi Pati dan Jakarta adalah: Beberapa mobil, BBM solar total 25 tonn dan Satu kapal tanker BBM yang mengangkut solar hampir 500 ribu ton.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengungkapkan ada oknum masyarakat yang memanfaatkan disparitas atau selisih harga terkait penggunaan BBM jenis solar bersubsidi untuk industri.

“Dan juga ada yang dinaikkan namun sebenarnya masih disubsidi. Jadi ini yang perlu menjadi perhatian kita. Terjadi disparitas yang tinggi antara solar subsidi dengan solar industri. Gap-nya kurang lebih Rp12.500,” kata Listyo dalam jumpa pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/4) lalu.

Dengan adanya gap tersebut, sehingga banyak oknum yang menyalahgunakan penggunaan dari solar bersubsidi. Pasalnya, pihak industri masih mendapatkan solar di SPBU bersubsidi untuk masyarakat.

“Sehingga ini kemudian yang di lapangan kita temukan di salahgunakaan oleh kelompok masyarakat tertentu yang kemudian memanfaatkan disparitas harga ini untuk kemudian mengambil kebutuhan minyak atau solar untuk industri mengambilnya dari SPBU subsidi,” ujar Listyo.

Menurutnya,  hal tersebut akan semakin menambah beban dari Pemerintah terkait BBM bersubsidi. “Dan tentunya ini juga akan menimbulkan permasalahan karena di satu sisi subsidi yang seharusnya diberikan kepada masyarakat yang memang perlu subsidi seperti tadi sudah disampaikan seperti trasnportasi umum, UMKM, kemudian pedagang kaki lima, dan sebagainya,” ucap Listyo.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga