International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Rusia Klaim Tewaskan 23.367 Pasukan Ukraina Selama Invasi

Tentara Ukraina (ilustrasi)

MOSKOW(IM)- Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menewaskan 23.367 pasukan musuh sejak invasi ke Ukraina diluncurkan pada 24 Februari lalu. Moskow menyebut korban tewas termasuk tentara reguler Ukraina serta ‘tentara bayaran’.
Rusia menyebut kombatan asing yang bertempur untuk Ukraina sebagai tentara bayaran. Namun, Ukraina mengklaim mereka adalah relawan tempur.
Pada Sabtu (16/4), juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengumumkan jumlah korban di pihak musuh menurut versi Rusia.
“Kementerian Pertahanan Rusia punya statistik reliabel tentang kehilangan sebenarnya dari tentara Ukraina, Garda Nasional, dan di antara tentara bayaran asing,” kata Konashenkov dikutip TASS.
“Zelensky (presiden Ukraina) takut mengomunikasikannya kepada rakyat Ukraina. Hingga saat ini, kehilangan yang tak bisa dikembalikan (kematian pasukan Ukraina) mencapai 23.367,” lanjutnya.
Konashenkov juga membantah pernyataan Ukraina bahwa jumlah korban tentaranya sekitar 2.500-3.000 orang. Angka tersebut disampaikan Zelensky belakangan ini.
Selain itu, Konashenkov mengklaim pasukan Rusia berhasil menghancurkan ribuan kendaraan tempur Ukraina, termasuk 2.269 kendaraan lapis baja dan 134 pesawat/helikopter.
“Secara keseluruhan, target-target berikut telah dihancurkan sejak dimulainya operasi militer khusus (invasi): 134 kendaraan udara, 460 pesawat nirawak (drone), 246 sistem rudal darat ke udara (SAM), 2.269 tank dan kendaraan lapis baja lain, 252 sistem peluncur roket multiple (MLRS), 987 artileri lapangan dan mortar, serta 2.158 kendaraan militer khusus,” kata Konashenkov.
Moskow memperingatkan awal pekan ini bahwa mereka akan meningkatkan serangan semacam itu, dan akan menghantam “pusat pengambilan keputusan” di Kiev sebagai pembalasan atas penembakan Ukraina di wilayah Rusia.
Kiev membantah meluncurkan serangan semacam itu di tanah Rusia. Intensifikasi serangan Rusia juga terjadi setelah kapal penjelajah Moskva, unggulan Armada Laut Hitam Rusia, tenggelam setelah kebakaran terjadi di kapal dan menyebar ke gudang amunisi.
Ukraina mengklaim telah menyerang kapal Rusia dengan rudal anti-kapal. Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina. Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.****

Frans Gultom

Komentar

Baca juga