International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Rusia dan Ukraina Terus Tambah Kekuatan

Tampak tentara Ukraina lagi berjaga-jaga.

KIEV-Rusia mengerahkan lebih banyak pasukan ke Ukraina Sementara Pentagon mengumumkan Ukraina telah mendapatkan bantuan tambahan berupa pesawat tempur dan suku cadang untuk memperbaiki armada yang rusak.

Pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas penilaian Pentagon tentang perang mengatakan bahwa Rusia telah menambahkan dua unit tempur lagi. Kelompok taktis batalion ini ditempatkan di Ukraina selama 24 jam. Jumlah unit yang diturunkan menjadi 78, naik dari 65 pada pekan lalu.

Sekitar 55.000 hingga 62.000 tentara telah diterjunkan Rusia, berdasarkan laporan Pentagon pada awal perang tentang kekuatan unit mencapai 700 hingga 800 tentara. Sedangkan Seorang pejabat Eropa, yang juga berbicara dengan syarat anonim untuk membahas penilaian militer mengatakan, Rusia juga memiliki 10.000 hingga 20.000 pejuang asing di Donbas. Mereka adalah campuran tentara bayaran dari Grup Wagner swasta Rusia dan pejuang proksi Rusia dari Suriah dan Libya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov mengatakan pasukan negaranya membombardir banyak lokasi militer Ukraina. Fasilitas yang menjadi target termasuk konsentrasi pasukan dan depot penyimpanan hulu ledak rudal, di atau dekat beberapa kota atau desa.

Sedangkan juru bicara Pentagon John Kirby mengakui transfer armada baru dan mengatakan Ukraina memiliki pesawat tempur yang lebih banyak daripada dua minggu lalu. “Mereka telah menerima pesawat tambahan dan suku cadang pesawat untuk membantu mereka mendapatkan lebih banyak pesawat di udara,” kata Kirby.

Kirby mengatakan Washington tidak memberikan pesawat apapun ke Kiev. “Kami tentu sudah membantu pengiriman beberapa suku cadang tambahan yang sudah membantu kebutuhan pesawat mereka, tapi belum kami keseluruhan seluruh pesawat,” ujarnya.

Tapi, kemungkinan kondisi tersebut akan segera berubah. AS telah mengumumkan rencana untuk mentransfer helikopter buatan Rusia ke Ukraina yang dulunya ditujukan untuk Afghanistan.

Sementara itu, sejumalah mantan Tentara Ethiopia menyebutkan ingin bergabung dengan tentara Rusia. Alasannya hanya untuk mendapatkan uang.

Selasa (19/4) mereka memadati keduataan besar Rusia di Ibu kota Addis  ababa untuk menyerahkan surat kepercayaan mereka sebagai mantan tentara dan pergi berperang bersama Rusia di Ukraina.

Saya mendengar bahwa pendaftaran sedang berlangsung di kedutaan.  Beberapa mengatakan itu adalah pekerjaan untuk perusahaan keamanan swasta Rusia, yang lain mengatakan itu untuk bergabung dalam mendukung tentara Rusia. Bagaimanapun, saya di sini mencoba keberuntungan,” ujar salah seorang mantan tentara Ethiopia, Tarekegn dilansir Anadolu Agency, Selasa (19/4).

Tarekegn memiliki pengalaman bertempur dalam perang  Ethiopia-Eritrea dari 1998 hingga 2000. Dia memegang dokumennya erat-erat di depan kedutaan. Sebagian besar pelamar merupakan pria berusia pertengahan tiga puluhan dan awal empat puluhan.

“Saya mencintaimu dengan Rusia dan jika itu memberi saya penghasilan yang lebih baik, biarkan itu terlepas dari risiko yang ada,” kata Tarekegn.

Sebagian besar pelamar mengatakan, motif mereka untuk mendaftar adalah masalah ekonomi. Mereka ingin memiliki kehidupan yang lebih baik untuk keluarga mereka.

Kedutaan Besar Rusia membantah soal itu perekrutan. Pemerintah Ethiopia sejauh ini bungkam tentang masalah pendaftaran tersebut.

“Terima kasih telah datang ke sini untuk menunjukkan dukungan bagi Rusia, tetapi kami memiliki cukup tentara dan layanan Anda mungkin tidak diperlukan saat ini,” ujar seorang atase di Kedutaan Rusia kepada kerumunan.

Sejumlah dokumen asli keluar dari gedung kedutaan. Sementara dokumen lainnya sedang dikumpulkan dan dibawa melalui sebuah ruangan kecil, yang terhubung dengan pintu masuk utama.

Di sisi lain, ada laporan yang menuduh bahwa Ukraina telah berusaha merekrut tentara Afrika. Laporan ini mendapat kecaman dari Nigeria, Senegal, dan Aljazair.

Menurut perkiraan PBB, etidaknya 2.072 warga sipil telah tewas dan 2.818 terluka di Ukraina. Sementara lebih dari 4,9 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain, dan lebih dari 7 juta mengungsi secara internal.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga