Friday, 27 January 2023

Friday, 27 January 2023

Rusia Ancam AS dengan Rudal Hipersonik Nuklir

MOSKOW(IM)- Rusia mengancam Amerika Serikat (AS) dengan rudal jelajah hipersonik berkemampuan nuklir. Ancaman ini dilontarkan Wakil Kepala Dewan Keamanan Kremlin Dmitry Medvedev. 

Medvedev, mantan presiden dan merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, membandingkan kebijakan pemerintah AS dengan kebijakan Nazi dalam posting Telegram,  Jumat (6/1). 

Posting-nya itu sebagai tanggapan atas seruan Kedutaan AS kepada warga Rusia untuk perdamaian. “Hadiah utama Tahun Baru adalaharsenal rudal Zircon yang kemarin dikirim ke pantai negara-negara NATO,” kata Medvedev.
Zircon adalah rudal jelajah hipersonik yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke target. 

Putin menggambarkan rudal tersebut sebagai rudal yang mustahil dicegat oleh sistem pertahanan apa pun dan tidak ada tandingannya di dunia.

Rudal Zircon, sebagaimana dilaporkan Reuters, telah ditempatkan di kapal perang Admiral Gorshkov yang sekarang sedang ditugaskan ke Samudra Atlantik dan Samudra Hindia sebelum akhirnya ke Laut Mediterania. 

“Jangkauan 1.000 km dengan hipersonik Mach 9 dan kemampuan untuk menggunakan muatan apa pun dengan jaminan mengatasi pertahanan rudal apa pun,” ancam Medvedev. 

“Biarkan Gorshkov berdiri di suatu tempat 100 mil dari pantai, lebih dekat ke Sungai Potomac,” lanjut dia. Sekadar diketahui, Sungai Potomac mengalir melewati Washington DC, Ibu Kota Amerika Serikat. 

Dengan demikian, ancaman dari Medevedev jelas ditujukan pada Amerika.
Rudal Zircon yang tersedia untuk pasukan Rusia saat ini baru versi maritim. Untuk rudal hipersonik varian peluncuran udara, Rusia memiliki rudal Kinzhal yang telah digunakan untuk perang di Ukraina. 

Selama perangnya di Ukraina, Rusia telah memposisikan rudal hipersonik sebagai ancaman bagi negara lain. Pada bulan Agustus, sebagai tanggapan atas sanksi Lituania terhadap eksklave Kaliningrad Rusia, Kremlin menempatkan tiga pesawat MiG-31 yang dilengkapi rudal hipersonik Kinzhal ke wilayah tersebut sebagai bagian dari “langkah pencegahan strategis”.

Ancaman Medvedev datang sebagai tanggapan terhadap Kedutaan Besar AS di Moskow yang menerbitkan video dan pernyataan yang ditujukan kepada warga Rusia. 

“Sepanjang sejarah, negara kita telah dipersatukan oleh budaya yang sama dan pencapaian kita,” kata Kedutaan AS. 

“Kami percaya bahwa apa yang terjadi tidak pantas bagi Anda, dan kami berdiri dalam solidaritas dengan Anda masing-masing yang berusaha untuk menciptakan masa depan yang lebih damai.” Mantan presiden Rusia itu mengatakan bahwa seruan dari Kedutaan Amerika itu sinis, karena Amerika sedang dalam proses menghabiskan miliaran dolar untuk perang di Ukraina, memasok senjata ke Kiev, dan memusnahkan ribuan orang melalui proksi. 

“Ini adalah sinisme ekstrem dalam tradisi terbaik Nazi,” kata Medvedev, menambahkan bahwa Amerika adalah pewaris sebenarnya dari Menteri Propaganda Reich Joseph Goebbels.
Sebelum invasi 24 Februari dan seterusnya, kepemimpinan Rusia menggunakan klaim Nazisme di Ukraina untuk menjelaskan motif kampanye militernya. 

“Anda dan antek-antek Anda yang membunuh rakyat kami tidak akan pernah dimaafkan. Kami akan berbicara kepada Anda dalam bahasa kekuatan, jika Anda tidak memahaminya dengan cara lain,” kata Medvedev. 

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media