Rumah Roboh Akibat Gempa, Warga Sukabumi Berharap Relokasi

Rumah warga yang roboh akibat gempa di Sukabumi.

SUKABUMI- Diah (50), duduk termangu di depan rumahnya yang roboh akibat dampak gempa magnitudo (M) 5,6 mengguncang Sukabumi pada Rabu (27/4) sore. Diah yang tinggal di Kampung Linggaresmi, RT 5 RW 4, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi itu sebelumnya memang sudah dibayangi bencana alam pergerakan tanah.

Selain rumah Diah, kediaman kerabatnya masih di lingkungan itu juga terancam. “Saya sedang berada di dalam, sedang memasak di dapur. Lalu terdengar suara gebrak… gebrak. Lalu tanah terasa bergerak, kretek… kretek. Terdorong sama posisi rumah di atas, saya langsung keluar rumah lalu roboh,” tutur Diah, Rabu (28/4).

 Diah menceritakan hebatnya getaran gempa membuat bangunan yang memang sebelumnya sudah dalam keadaan miring, beberapa bangunan bahkan sudah sengaja dirobohkan karena dinilai membahayakan penghuninya.

“Sudah 20 tahun tinggal di sini, beberapa bulan yang lalu memang pergerakan tanah. Sebelum gempa (sebagian) roboh, jadi tambah parah ketika gempa kemarin,” ucapnnya.
Sebelum kejadian tersebut, rumah Diah memang sebagian sudah hancur. Meskipun begitu, ia memilih bertahan karena memang tidak tahu harus kemana untuk mengungsi. Hampir seluruh rumah kerabatnya juga bernasib sama karena pergerakan tanah. Setelah gempa, rumahnya kini sudah rata dengan tanah.

“Sengaja masih bertahan, sebelumnya bagian ini sudah hancur, yang itu masih di isi. Kemarin dibongkar karena mengkhawatirkan. Yang ini kemarin-kemarin belum roboh, sudah ada yang datang foto-foto,” ujar Diah.

“Kalau mau dialihkan (relokasi) saya setuju itu juga kalau ada, kalau dikasih ya ditempatin kalau enggak ya terpaksa di sini karena bagaimanapun sudah lama tinggal di sini. Saya tinggal berempat dengan suami dan dua anak. Itu masih (rumah) saudara, rumah kakak, itu rumah adiknya bapak. Saudara semua,” tutur Diah menambahkan.

Plt Camat Bantargadung, Subarna mengatakan pergerakan tanah di wilayahnya sudah terjadi sejak tiga bulan silam. Ia membenarkan gempa bumi yang terjadi sore kemarin memicu robohnya rumah warga.

“Sudah terjadi pergerakan tanah 3 bulan sebelumnya. Akibat gempa terpicu di pergerakan tanah itu dan sekarang rumah itu sudah ambruk semuanya, sekitar ada 7 KK yang terdampak. Jadi mereka sudah tidak punya tempat tinggal lagi, kita rencana relokasi ke lahan lain,” kata Subarna.

 Menurut Subarna, keinginan untuk relokasi terpaksa ditahan karena belum adanya lahan. Karena itu ia berencana untuk berkonsultasi dengan pihak perkebunan.

“Tapi lahannya belum ada, kami upayakan konsultasi dengan pihak perkebunan. Ya sekiranya ada dana desa untuk merelokasi para keluarga yang terdampak tersebut,” tutur Subarna. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp