Rumah Letkol Irfan Suri di Bogor Ramai Dikunjungi Pelayat

Komandan Resort Militer (Danrem) Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi saat melayat rumah duka korban KRI Nanggala 402, Letkol Laut Irfan Suri, di Harmony, Bogor Nirwana Residance, Kabupaten Bogor, Senin, 26 April 2021.

BOGOR- Rumah Letkol Laut, Irfan Suri di Harmony di Bogor Nirwana Residance, Kabupaten Bogor ramai dikunjungi para pelayat. Letkol Irfan Suri diketahui menjadi salah satu korban yang ditanyakan gugur dalam perisitiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali.

Berdasarkan pantuan di lapangan, Senin (26/4), kediaman Letkol Irfan berada di blok 2 dan di sepanjang jalan masuk sudah berjejer bendera kuning sebagai tanda ada yang berkabung.

Beberapa karangan bunga juga sudah memenuhi pelataran sekitar rumah. Di depan rumah berlatar cat biru itu juga berdiri sebuah tenda putih yang ramai dikunjungi pelayat.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Komandan Resort Militer (Danrem) Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi bersama Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Robby Bulan, dan Dandenpom III/1 Siliwangi Bogor, Letkol CPM Sutrisno, tiba di rumah duka tersebut.

Beberapa saat kemudian Danrem Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi menyampaikan ucapan belasungkawa kepada perwakilan keluarga.

“Turut berdukacita dan berbelasungkawa. Semoga semua arwah dari 53 orang itu diterima Allah SWT dan pengabdian kepada NKRI. Kami juga berdoa kepada keluarga almarhum semoga diberi kesehatan kesabaran keyakinan untuk melanjutkan hidup,” ujar Achmad.

“TNI-Polri pun memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh kru KRI Nanggala. Selama penugasam mereka telah memberikan jasa terbaiknya,” lanjut Achmad.

Sebelumnya, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dengan berat hati menyebut 53 awak KRI Naggala 402 dinyatakan telah gugur. Hal itu disampaikan Hadi Tjahjanto saat jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (25/4) petang.

“Dengan penuh kesedihan mendalam saya nyatakan 53 awak kapal yang on board, telah gugur,” kata Hadi dalam konferensi pers.

Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp