Rumah Keluarga Aa Umbara Digeledah, KPK Cari Bukti Korupsi Bantuan Sosial

Bupati Bandung Barat Aa Umbara.

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah lima lokasi di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (7/4). Dari lima lokasi yang digeledah, beberapa diantaranya merupakan kediaman keluarga Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS)..

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah Bandung Barat.

“Tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di 5 lokasi berbeda yang berada di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat yaitu rumah kediaman dari pihak-pihak yang ada hubungan keluarga dengan tersangka AUS dan diduga mengetahui rangkaian perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” kata  Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (8/4).

Dari rumah keluarga Aa Umbara, penyidik KPK terlihat mengamankan sejumlah dokumen, diduga ada kaitannya dengan kasus yang menjerat A Umbara.

“Pada 5 lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen yang diduga terkait dengan perkara. Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera di ajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud,” ucap Ali menjelaskan.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta, ditetapkan  sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut. Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp