Jumat, 9 Desember 2022

Jumat, 9 Desember 2022

Rombongan PERPIT Kunjungi YDSP, Museum Sejarah Etnis Tionghoa Bandung dan Rumah Abu Seratus Marga

Rombongan pengurus PERPIT berfoto bersama.

BANDUNG—Ketua Kehormatan Abadi PERPIT (Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa) Lian Jie Hao, Sekjen Zhou Wei Liang, Pengurus Shang Jia Xuan, Chen Ying Ti, Xu Qun Hao, Xie Jing Yong, James Zhou, Daniel Zhou, Hou Mei Jiao dan tokoh lainnya, beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Museum Sejarah Etnis Tionghoa Bandung dan Rumah Abu Seratus Marga yang berada di kantor secretariat YDSP (Yayasan Dana Sosial Priangan Bandung).

Pada kesempatan tersebut mereka mendengarkan penjelasan dari insinyur pimpinan proyek Panitia Pembangunan “Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia” mengenai cetak biru proyek yang akan dibangun.

Herman Widjaja menyambut kedatangan para tamu.

Kunjungan rombongan PERPIT tersebut disambut hangat oleh Ketua MTP (Masyarakat Tionghoa Peduli) sekaligus Ketua YDSP Herman Widjaja, Ketua Yayasan Harapan Kasih Tjie Tjin Fung, Pembina Hadi Gunaman, Ketua Yayasan Min Nan Yang Hanping, Pembina Huang Ji Yu, Wakil Ketua Chen Wen Xiong, Ketua Yayasan Mutiara Kemakmuran Sejahtera Zhu Yu Xian, Wakil Ketua Ping Qun Xiong, Pembina Liang He Xi dan pengurus lainnya.

Herman Widjaja mendampingi dan menjelaskan hal terkait warga muslim Tionghoa.

Mereka memberikan penjelasan secara rinci mengenai foto-foto terkait  yang dipamerkan. Termasuk sejarah nenek moyang orang Tionghoa Indonesia sejak lama, sejarah orang Tionghoa yang menetap di Indonesia setelah melakukan migrasi, perjuangan dan partisipasi warga Tionghoa dalam sejarah Perang Kemerdekaan, tokoh warga Tionghoa di bidang politik, olah raga, sastra dan seni rupa dan bidang lainnya yang telah tiada serta mereka yang telah berjasa atau turut serta dalam pembangunan Indonesia saat ini.

Para tamu yang berkunjung sangat tertarik dengan nama-nama benda sehari-hari di Indonesia yang berasal dari dialek Tionghoa sekaligus memotretnya sebagai kenang-kenangan.

Suasana saat rombongan PERPIT mendengarkan penjelasan.

Para tamu kagum dengan begitu banyak gambar dan penjelasan mendetil di museum tersebut.

Setelah berkunjung, semua orang berbincang dengan gembira sambil mencicipi berbagai jajanan khas Bandung.

Setelah itu, semua orang mendengarkan penjelasan arsitek Ardinata Pawitan tentang cetak biru proyek “Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia” yang akan dibangun.

Herman Widjaja juga menambahkan tentang berbagai hal terkait.

Kemudian semua orang bersama-sama meninjau Klinik YDSP,  mengunjungi Rumah Abu Seratus Marga, melihat papan catur xianqi yang di atas meja, paviliun seni budaya minum teh dan lainnya.

Para tamu memuji berbagai fasilitas yang ada serta merasa kunjungan mereka amat berharga. idn/din

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga