International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Riza Patria Sebut Pencopotan M Taufik atas Perintah DPP Gerindra

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal alasan pencopotan M Taufik dari kursi Wakil Ketua DPRD DKI.

Riza Patria berujar, pencopotan Mohamad Taufik dari pimpinan DPRD DKI merupakan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. “Jadi kami DPD melaksanakan apa yang sudah diperintah dari DPP,” kata dia di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (5/4).

DPD Gerindra DKI telah menerima surat pencopotan tersebut dari pimpinan pusat. Surat itu kemudian diserahkan ke Fraksi Gerindra DPRD DKI lalu dilayangkan ke Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.

Menurut Riza, koleganya itu telah berjasa mengepakkan sayap Gerindra di Ibu Kota. Sejak partai berdiri, dia melanjutkan, perolehan kursi Gerindra Jakarta melesat.

Saat ini Gerindra berhasil memperoleh 19 kursi di DPRD DKI, posisi kedua tertinggi setelah PDIP. “Sekarang (total kursi di DPRD) 19 dan ranking 2 di DKI Jakarta,” jelas dia.

Posisi Taufik bakal digantikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Rani Mauliani. Riza sebelumnya menyatakan tak ada alasan spesifik soal penggantian anggota DPRD DKI dua periode itu.

Sementara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik tidak tahu secara spesifik alasan pencopotan dirinya dari posisi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta pada Jumat (1/4).

Taufik mengatakan pencopotan dirinya disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. “Saya tidak tau apa-apa. Kalau memang itu keputusan organisasi, saya enggak akan bantah,” kata M Taufik saat dihubungi pada Jumat (1/4).

Dia menegaskan tidak tau menahu alasan penggantiannya dan pencopotannya ia anggap sebagai hal yang wajar. Ia mengatakan saat ini masih aktif sebagai Wakil Ketua DPRD dan belum mengetahui kapan serah terima jabatannya.

Namun, Taufik membantah pencopotannya terkait dengan penyebutan namanya dalam sidang kasus dugaan korupsi tanah di Munjul. “Semua orang disebut dalam sidang kan dan itu bukan di bawah koordinasi saya,” tuturnya.

M Taufik menampik pula jika pencopotannya sebagai pimpinan DPRD DKI oleh Gerindra karena pernah mendoakan Anies Baswedan menjadi presiden. “Tidak tahu, ya. Masa soal doa saja tidak boleh,” ujar dia. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga