Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Ridwan Saidi Wafat, Anies: Jakarta Kehilangan Putra Betawi yang Hibahkan Hidup untuk Lestarikan Budaya

Anies Baswedan bersama Budayawan Betawi, Ridwan Saidi. Anies mengunggah foto tersebut pada Minggu (25/12) dan mengucapkan kehilangan atas meninggalnya Ridwan.

JAKARTA- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Budayawan Betawi Ridwan Saidi. Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Anies menyebut warga Jakarta merasa kehilangan sosok putra Betawi. “Kita di Jakarta merasa kehilangan salah seorang putra Betawi yang selama ini menghibahkan waktunya, energinya, hidupnya untuk pelestarian budaya Betawi,” kata Anies melalui akun Instagram @aniesbaswedan, Minggu (25/12). “Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah, serta mengampuni semua khilaf beliau. Al-Fatihah,” lanjut dia.

Anies juga mengenang masa-masa kala Ridwan Saidi masih hidup. Ridwan, kata dia, menganggap dirinya sebagai cucu. Sebab, kakek Anies merupakan sahabat Ridwan. “Ketika kakek meninggal di tahun 1986, Babeh Ridwan menuliskan obituari dalam sebuah artikel kesaksian terhadap A.R. Baswedan di majalah Panji masyarakat no 499 edisi 19 Maret 1986,” ucap Anies.
Anies juga menyampaikan, pada saat Ridwan Saidi berulang tahun ke-76, dia memberikan topi gubernur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. “Pada miladnya yang ke-76 di TIM (2018) saya berikan topi gubernur yang ternyata almarhum sering pakai saat jalan ke lapangan,” ungkap Anies.

“Pagi ini beliau berpulang. Babeh Ridwan Saidi, seorang aktivis, sejarawan dan budayawan Betawi yang kita banggakan,” imbuh dia.

Ridwan mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, karena sakit yang diderita.
Untuk diketahui, Ridwan lahir pada 2 Juli 1942 di Gang Arab Nomor 20, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ridwan adalah anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Abdurrahim dan Muhaya, ketiga kakaknya adalah perempuan semua. Semasa kuliah ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan berhasil menjadi Ketua Umum PBHMI 1974-1976.

Ia pun terpilih sebagai anggota DPR dari PPP. Ketika Ridwan sudah tidak aktif lagi dalam dunia perpolitikan nasional selepas menjabat anggota DPR pada 1987, ia memfokuskan diri mengamati masalah-masalah kebudayaan Betawi.

Ridwan juga tidak memiliki hasrat untuk berkecimpung di dalam struktur pemerintahan DKI Jakarta, khususnya Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. ***


Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media