International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

RI Masih Butuh Investasi Infrastruktur Kembangkan Ekonomi Digital

Bambang Brodjonegoro.

JAKARTA – Indonesia masih membutuhkan investasi infrastruktur  digital guna mendukung perkembangan ekonomi digital. Investasi infrastruktur digital dibutuhkan terutama bagi negara-negara anggota G20.

Demikian disampaikan Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro. “Khususnya investasi pada jaringan pita lebar berkecepatan tinggi yang sangat penting untuk mendukung ekonomi digital G20 yang inovatif dan inklusif,” kata Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (26/4).

Untuk bertransformasi secara digital, kekurangan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, dan jaringan pita lebar berkecepatan tinggi cenderung masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Selain itu, hambatan lain berupa letak geografis, administrasi, dan ketidakpastian peraturan.

“Transformasi digital perlu disertai dengan pedoman dan peraturan agar transformasi dapat meningkatkan keamanan, meningkatkan efisiensi, dan mengatasi tantangan sosial dan organisasi yang muncul,” urainya.

Transformasi digital di Indonesia juga menghadapi tantangan karena belum sepenuhnya inklusif atau menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Di samping itu dari sisi  pemerintah, ia memandang masih banyak yang mempertahankan teknologi yang ketinggalan zaman atau belum di-update sehingga menyulitkan perusahaan yang ingin mengintegrasikan seluruh sistem usahanya dengan teknologi baru.

“Ancaman terhadap keamanan dunia maya juga meningkat ketika kita terus menggunakan sistem lama atau teknologi yang sudah ketinggalan zaman,” kata Bambang.

Selain itu kurangnya pembaruan teknologi membuat sistem digital lebih rentan terhadap serangan dunia maya dan berpotensi membuat Indonesia kehilangan bakat baru yang muncul di pasar tenaga kerja digital.

“Budaya tempat kerja yang saat ini cenderung stagnan menjadi penghambat transformasi digital,” tandas Bambang.*

Vitus DP

Komentar