International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Resmi Dibuka, Fi Asia ke-25 Diisi 300 Produsen Bahan Makanan dari Seluruh Dunia

KI-KA: Ketum PAPTI Pusat Prof. Umar Santoso, Ketum GAPMMI Adhi S. Lukman, Dirjen Industri Argo Kemenperin Putu Juli Ardika, Regional Portfolio Director ASEAN Informa Market Rungphech Chitanuwat, Direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology – SEAFAST Center, Bogor Agricultural University (IPB) Dr. Puspo Edi Giriwono.

JAKARTA—Fi Indonesia 2022, pameran bahan baku makanan dan minuman, yang ke-25 di Asia resmi dibuka Rabu (7/9) di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Dalam ajang ini, lebih dari 300 produsen bahan makanan terkemuka dari seluruh dunia menampilkan berbagai inovasi bahan baku makanan dan minuman terbaru.

Food ingredients Asia (Fi Asia) 2022 dibuka oleh Direktur Jendral Industri Argo Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika didampingi Ketua Indonesian Association of Food Technologist (IAFT/PATPI) Prof. Dr. Umar Santoso, Ketua South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST Center – IPB) Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., MAgr., Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman dan Regional Portfolio Director ASEAN Informa Market, Rungphech Chitanuwat. Fi Asia 2022 juga berkolaboroasi dengan LPPOM MUI untuk menyelenggarakan Halal Workshop pada Jumat (9/9). Fi Asia 2022 berlangsung hingga 9 September 2022.

         Menurut Regional Portfolio Director ASEAN Informa Market Rungphech Chitanuwat, Indonesia secara resmi telah menjadi tuan rumah Fi Asia sejak tahun 2010.

“Fi Asia 2022 ini akan menjadi platform yang tepat bagi para pelaku industri bahan baku makanan dan minuman untuk mendapatkan sumber bahan baku yang dapat diandalkan, berkelanjutan, dan efektif dari segi biaya, sekaligus membangun networking dengan berbagai pemasok bahan makanan dan minuman terkemuka,” ujarnya.

Ketum GAPMMI Adhi S. Lukman, berpandangan bahwa Fi Asia memiliki nilai lebih bagi para peserta pameran dan pengunjungnya melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi industri, sehingga dapat menciptakan produk yang kompetitif.

“Kelak, Indonesia tidak hanya menyerap komoditi asing, akan tetapi mampu memproduksi makanan dan minuman olahan yang inovatif dengan biaya efisien,” imbuhnya.

         Tahun ini Fi Asia hadir dengan 8 pavilions yaitu Natural Ingredients Pavilion, New Business Pavilion, Beverage Ingredients Pavilion, Thailand Pavilion, USA Pavilion dan yang terbaru India Pavilion, Malaysia Pavilion dan China Pavilion yang hadir secara hybrid. ***

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga