Sunday, 19 May 2024

Search

Sunday, 19 May 2024

Search

Refleksi Imlek 2574/2023, Cak Imin: Imlek Jadi Pendorong Semangat PKB Mewujudkan Penghapusan Diskriminasi

Muhaimin Iskandar bersama para tokoh memukul tambur.

JAKARTA—PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) menyelenggarakan Refleksi Tahun Baru Imlek 2574/2023 bertajuk Satu Hati Berkah Untuk Indonesia, di Restoran Hao Di Fang Mall Seasons City, Jakarta Barat, Rabu (18/1) malam, dengan Ketua Panitia Fuidy Luckman.

Muhaimin Iskandar (tengah) didampingi Daniel Johan (kanan) dan  Fuidy Luckman (kiri) menyampaikan pidato.

         Acara dihadiri oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan sejumlah elit PKB, antara lain Waketum Jazilul Fawaid, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Ketua DPP PKB Daniel Johan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Anggota DPR Maman Imanul Haq.

         Hadir pula salah satu pemuka agama Buddha Mahabhiksu Dutavira Sthavira (Suhu Beni) dan sejumlah tokoh Tionghoa, antara lain Christiandy Sanjaya, Pui Sudarto, Efendi Hansen, Singgih Wiryasaputra, Amin Supriadi, Hendra Yan Chandra, Robin, Budianto, para perwakilan duta negara sahabat serta lebih dari 1.000 undangan.

         Dalam pidatonya, Muhaimin Iskandar menyampaikan Imlek telah menjadi pendorong semangat PKB dalam mewujudkan penghapusan diskriminasi di Indonesia.

        

Menurutnya terlepasnya Bangsa Indonesia dari masa-masa diskriminasi bukanlah tanpa perjuangan. PKB sebagai kekuatan politik nasional merasa terhormat bisa menjadi bagian utama dari proses perjuangan mewujudkan kesetaraan dan penghapusan diskriminasi tersebut.

“Hasil perjuangan itu dapat kita rasakan saat ini melalui perayaan Imlek yang juga telah menjadi hari libur nasional,” ujar Cak Imin.

KI-KA: Efendi Hansen, Mahabhiksu Dutavira Sthavira (Suhu Beni), Pui Sudarto, Christiandy Sanjaya dan Kevin Wu.
Anggota DPR RI Maman Imanul Haq berfoto bersama Ketum Fogoromas Budianto dan jajaran.

“Bersama-sama PKB dan Gus Dur, bangsa kita berhasil mengakhiri masa-masa diskriminasi, bahkan warga Tionghoa yang selama puluhan tahun dibatasi hak-hak politiknya, saat ini telah menunjukkan peran strategisnya secara sama dan setara,” tambahnya.

Saat Gus Dur menjadi Presiden, kata Cak Imin, Kwik Kian Gie langsung diminta masuk kabinet menjadi menteri. Dulu tidak terbayang Tionghoa bisa menjadi kepala daerah, dan untuk pertama kalinya Gus Dur mendorong Ahok maju di Belitung.

Apalagi DPR RI, sekarang menjadi hal yang biasa warga Tionghoa menjadi DPR RI.

Pada kesempatan tersebut Cak Imin juga menegaskan bahwa PKB akan tetap berada digaris terdepan dalam menjaga kebhinekaan dan Pancasila.

Muhaimin Iskandar, Daniel Johan dan  Fuidy Luckman berfoto bersama tim paduan suara.

Lebih lanjut dia menyampaikan Imlek tahun ini disebut sebagai Tahun Kelinci. Kelinci melambangkan umur panjang, kedamaian, dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa.  Karena itu tahun 2023 diprediksi menjadi tahun harapan.

“Karena itu mari kita satukan hati menyambut tahun ini dengan penuh harapan, bersama-sama membangun ekonomi dan industri nasional kita agar semakin kuat. Segala hambatan harus kita atasi bersama. Kita harus saling membantu, saling menopang, apalagi tantangan ekonomi tahun ini cukup berat, termasuk di bidang pangan, energi, dan tenaga kerja,” imbuhnya.

         Pada kesempatan itu, Cak Imin mengenalkan bakal calon legislatif baik DPR-RI maupun DPRD dari kalangan Tionghoa. Dua di antaranya Caleg DPR-RI Fuidy Luckman dan Caleg DPRD DKI Phang Mui Jun.

         Hal senada disampaikan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Menurutnya, Imlek bagi PKB bukan hanya sekadar perayaan semata, namun menjadi simbol dalam menghapus diskriminasi di Indonesia.

         “Imlek bagi PKB menjadi bagian sejarah yang utuh dan menjadi simbol perjuangan PKB serta bangsa Indonesia hapus diskriminasi di NKRI,” tegas anggota Komisi IV DPR RI ini. ***

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media