Realisasi Lifting Migas 2020 Capai 99%

Arifi n Tasrif juga menginformasikan tentang realisasi rasio elektrifi kasi tahun 2020 sebesar 99,20% atau meningkat 14,85% dalam 6 tahun terakhir (tahun 2014 sebesar 84,35%). Rasio elektrifi kasi ditargetkan mencapai 99,9% pada 2021. Rasio elektrifi kasi ini sudah hampir mencapai 99% di 29 provinsi.

          JAKARTA (IM) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) di tahun 2020 sebesar 1,682 juta barel setara minyak per hari (boepd). Realisasi tersebut sebesar 99,1% dari target APBN 2020 sebesar 1.697 mbpoed atau 1,697 juta bpoed.

          Menteri ESDM Arifi n Tasrif merinci, realisasi lifting minyak tahun lalu 705 ribu bopd dan lifting gas 975 ribu boepd. “Minyak 707 ribu bopd atau 101% dari target,” kata Arifin dalam acara paparan kinerja Kementerian ESDM, Kamis (7/1).

          Ia menargetkan pada tahun 2021 lifting migas sebesar 1,712 juta boepd. Jumlah tersebut terdiri dari lifting minyak 705 ribu bopd dan gas 1,007 juta boepd.

          Arifin juga memaparkan realisasi anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp5,8 triliun. Capaian tersebut 93,8% dari target tahun 2020 sebesar Rp6,2 triliun. “Realisasi 2020 merupakan realisasi terbesar selama 11 tahun terakhir,” tuturnya.

          Sementara untuk tahun 2021 alokasi anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp7 triliun. “Untuk 2021 mendapat alokasi Rp 7 triliun,” katanya.

          Arifin juga menginformasikan tentang realisasi rasio elektrifi kasi tahun 2020 sebesar 99,20% atau meningkat 14,85% dalam 6 tahun terakhir (tahun 2014 sebesar 84,35%).

          Rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 99,9% pada 2021. Rasio elektrifikasi ini sudah hampir mencapai 99% di 29 provinsi. Namun, hanya satu daerah yang rasio kelistrikanya baru 80%.          “Ada satu daerah yang mana NTT belum mencapai 90%, ini yang kita tingkatkan,” ujar Arifi n.

          Kementerian ESDM juga telah melakukan Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada tanggal 17 Desember 2020 sebagai implementasi Perpres No. 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program KBLBB untuk transportasi jalan.

          Sementara itu, kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) hingga tahun 2020 mencapai 10.467 MW.

          Tambahan pembangkit EBT di antaranya dari PLTA Poso sebesar 66 MW, PLTBm Merauke sebesar 3,5 MW, PLTM Sion sebesar 12,1 MW dan PLTS Atap sebesar 13,4 MW. Untuk tahun 2021, ditargetkan kapasitas pembangkitEBT meningkat menjadi 12.009 MW.

          Pada tanggal 17 Desember 2020 telah dilakukan Project Kick Off Ceremony PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas sebesar 145 MW yang merupakan PLTS terbesar di ASEAN kerjasama Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab.

          Program mandatori biodiesel juga terus ditingkatkan.

          Melalui implementasi B30 sejak Januari 2020, realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar 8,46 juta Kilo Liter.

          Capaian tersebut menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp38,31 triliun (USD2,66 miliar). Pada tahun 2021, pemanfaatan biodiesel ditargetkan mencapai 9,2 juta KL.

          “Catatan manis upaya menurunkan CO2 ditorehkan di 2020, dengan penurunan sebesar 64,4 juta ton CO2 atau 111% dari target sebesar 58,0 juta ton. Sedangkan pada tahun 2021 ditargetkan penurunan CO2 sebesar 67 juta ton,” tandasnya. ● dro

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp