Rayakan HUT ke-23 Selasar Sunaryo Art Space Bandung, Tjutju Widjaja dan Seniman Internasional Tampilkan Demo Live Painting

Sunaryo (keempat dari kanan) dan Dr. Tjutju Widjaja (kelima dari kanan) berfoto bersama dengan perwakilan PINTI.

BANDUNG–Dalam rangka syukuran HUT ke-23 Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) Bandung, pekaligrafi sekaligus pelukis Tionghoa ternama asal Bandung Dr. Tjutju Widjaja, Minggu (5/9) lalu menggelar pameran tunggal karya kaligrafi dan lukisan.

Pada kesempatan tersebut juga diumukannya upacara penutupan kegiatan syukuran HUT ke-23 Selasar Sunaryo Art Space (SSAS).

Dr. Tjutju Widjaja telah mengikuti pameran selama sebulan lebih. Dan telah memamerkan 17 karya lukisan dan kaligrafinya dalam pameran tersebut.

Sunaryo (kiri) dan Dr. Tjutju Widjaja berkolaborasi menciptakan karya kaligrafi.

Menjadikan Kelenteng Perempuan dan Zhai Ji sebagai hidupnya, pembelajaran (pendidikan) telah menjadi latar belakang materi yang bermanfaat. Dia menciptakan perpaduan seni lukis dan seni kaligrafi Tiongkok dengan seni sastra Barat menjadi karya seni lukis dan kaligrafi abstrak modern.

Karena dampak wabah pandemic Covid-19, jumlah peserta yang hadir dibatasi. Namun para tokoh tetap antusias menghadiri acara tersebut hingga mencapai lebih dari 70 orang.

Dr. Tjutju Widjaja dan guru kaligrafi Chen Qinglong (kiri).

Dalam jamuan penutup, Dr. Tjutju Widjaja bersama kurator Sunaryo menciptakan karya lukisan dan kaligrafi mereka masing-masing di panggung yang sama. Menggunakan teknik artistik modern, Dr. Tjutju Widjaja menggunakan kuas untuk menggambar konsepsi artistik tiga tahap kehidupan “kesulitan-perjuangan-sukses” di atas kanvas 3×4 meter.

Kurator Sunaryo kepada wartawan mengatakan saya sangat senang pameran lukisan Dr. Tjutju Widjaja telah menjadi upacara penutupan syukuran 23 tahun berdirinya ruang pameran kami SSAS.

Demonstrasi live painting yang dilakukan Dr. Tjutju Widjaja.

Kurator Selasar Sunaryo Art Space Sunaryo mengapresiasi karya kaligrafi dan lukisan Dr. Tjutju Widjaja yang mengandung warna lokal yang mendalam yang dipromosikan secara internasional. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp