Rasmono Sudarjo Turunkan Bakat Gambar ke Cucu, Hingga Ajarkan Bikin Usaha di Usia Muda

Rasmono Sudarjo dan Kathleen Ashley.

SURABAYA—Seniman kawakan asal Surabaya, Rasmono Sudarjo tidak pernah berhenti membuat karya. Bahkan saat pandemi, dia terus melukis dan mengajak para seniman untuk terus berkarya.

Rasmono Sudarjo adalah pendiri, sekaligus ketua Surabaya Art Society. Ia juga menjadi pengurus di sejumlah yayasan di Surabaya dan perkumpulan lukis di Malang.

       Kini, cucunya Kathleen Ashley mengikuti bakat sang kakek. Menariknya, di usia 16 tahun, Kathleen Ashley telah merintis sebuah usaha ketrampilan gambar dengan nama ‘bykath’.

       Menurut Rasmono Sudarjo mengatakan Kathleen Ashley adalah cucu kedua dari 9 cucunya. Memang dari kecil, Kathleen Ashley hobi melukis.

Dan kini, berkembang menjadi usaha kecil-kecilan yang membuatnya mandiri.

      

“Saya berharap ia terus berkarya dan berkreasi, walau masih jauh dari sempurna. Agar dikemudian hari, mempunyai hasil yang lebih bagus,” ujar Rasmono Sudarjo, Rabu (17/3). 

       Dia juga berharap agar Kathleen Ashley bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini, untuk berkreasi mengembangkan bakat. Hingga membuka peluang usaha di usia muda.

       Kathleen Ashley adalah putri kedua dari pasangan Edwin Prasetya dan Imelda Liliyana. Di sela waktunya belajar secara daring, dia merintis dunia usaha jasa ketrampilan gambar. Di saat teman-temanya masih belum terpikirkan membuat sebuah usaha mandiri.

       Pelajar yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SMA Cita Hati Surabaya tersebut, membuka usaha gambar ilustrasi digital dan cat air.

Sejak kecil, dia memang hobi menggambar seperti kakeknya.

Dari kelas 7, Kathleen Ashley sudah belajar dasar fashion design.

Serta membekali kemampuan diri dengan mengikuti kelas komputer program Photoshop. Gambarnya pun diakui konsumen. Terbukti dengan banyaknya pesanan.

       “Pesanan banyak pas Valentine  dan Natalan. Saya mengerjakan sehari 2 gambar. Penyelesaian membutuhkan waktu 3 hari untuk gambar 2D. Dan sekitar seminggu untuk gambar. Sejak saya rintis pada pertengahan tahun 2020 lalu, paling tidak ada sekitar 10 -15 pesanan setiap bulan,” jelasnya.

       Melalui usahanya saat ini, ia mengaku sangat senang. Sebab bisa menggandeng sejumlah pemilik usaha kerajinan lainnya, khususnya dalam bidang packaging atau pengemasan. Ia pun bertekad untuk mengembangkan usahanya, dan terus berkarya dan berkreasi. 

       “Memiliki usaha ini menjadi tantangan tersendiri. Karena semua saya kerjakan sendiri. Mulai dari melayani permintaan gambar dari konsumen, membuka harga, hingga mencari suplier untuk packagingnya,” pungkasnya. anto tse 

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp