Friday, 24 May 2024

Search

Friday, 24 May 2024

Search

Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2024 Sukses Digelar

Para peserta Rakornas berfoto bersama.

JAKARTA- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan tahun 2024. Rakornas mengusung tema “Menata Ulang Konsep dan Praktik Pembangunan Literasi”.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz  membuka sekaligus menutup acara  Rakornas yang sukses diselenggarakan secara hibrida pada 14-15 Mei 2024.

Dalam program tahunan ini, diusung tiga kebijakan yang menjadi fokus Perpusnas pada 2024 yakni pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi, standardisasi dan akreditasi perpustakaan, serta pengarusutamaan Naskah Nusantara.

Rakornas ini diawali oleh prolog penggerak literasi nasional Maman Suherman yang menyampaikan  pentingnya membangun literasi dari pinggiran.   Sesudah itu ada penandatanganan Berita Acara Penyerahan Arsip Statis dan penyerahan sertifikat MoWCAP dari Plt. Kepala Perpusnas kepada Deputi Bidang Konservasi Arsip Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dalam 10th Memory of the World World Regional Committee for Asia and the Pacific yang digelar di Ulaan Baatar, Mongolia, warisan dokumenter naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol ditetapkan sebagai salah satu Memory of the World (MoW) for Asia and the Pacific pada Rabu (8/5/2024).

Dalam pelaksanaannya, Rakornas Bidang Perpustakaan menghadirkan berbagai narasumber yang memiliki praktik baik serta pengalaman dalam keterlibatannya pada tiga isu tersebut. Mereka berasal dari berbagai pemangku kepentingan bidang perpustakaan yaitu kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pegiat literasi.

Rakornas dihadiri 920 peserta secara luring terdiri dari kepala daerah, kepala dinas perpustakaan provinsi dan kabupaten/kota, ketua forum perpustakaan/penerbit/pengusaha rekaman, dan pihak yang melakukan kerja sama dengan Perpusnas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz menyatakan kebijakan ini dihasilkan melalui penataan ulang program Perpusnas. Dia menjelaskan, masyarakat dengan literasi tinggi dapat terwujud apabila kegemaran membaca masyarakat, tinggi. Menurutnya, yang saat ini harus dibangun adalah kegemaran membaca masyarakat.

Sejak menjabat sebagai Plt. Kepala Perpusnas pada November 2023, dia menilai, perumusan ulang hakikat perpustakaan harus dilakukan. “Perpustakaan adalah wahana untuk tumbuh dan mengembangkan kreativitas dan munculnya gagasan dan ilmu pengetahuan baru,” jelasnya saat membuka Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2024 di Jakarta, pada Selasa (14/5/2024).

E. Aminudin Aziz menjelaskan selama dua hari pelaksanaan Rakornas, telah hadir para narasumber yang berasal dari para pemangku kepentingan perpustakaan baik yang berasal dari pemerintah, akademisi maupun para pegiat literasi yang berbagi ilmu maupun pengalamannya kepada kita semua sehingga menambah pengetahuan dan referensi bagi kita dalam mengembangkan perpustakaan.

“Kami sangat mendukung apa yang diharapkan oleh Bapak Maman Suherman, yang pada dasarnya harapan kita semua agar ada kesatuan langkah dan mendorong agar peta jalan literasi Indonesia segera ditetapkan, yang di dalamnya sejalan dengan amanat Undang-undang yang melibatkan masyarakat, taman bacaan masyarakat, rumah-rumah baca, pustaka-pustaka bergerak atau apa pun nama yang disandangnya kepada mereka,” ungkap E. Aminudin Aziz.

Pemerintah melalui Bappenas memberikan dukungan penuh terhadap perpustakaan untuk dapat meningkatkan literasi di Indonesia dengan memberikan beberapa catatan penting, yaitu:

1. Literasi bisa mendorong transformasi masyarakat ke berbagai bidang. Literasi menjadi modal penting dalam merespons beragam tantangan di masa depan. Dunia yang makin maju, berkembang dan kompetitif maka harus memiliki kecakapan literasi yang tinggi, dengan literasi bisa mendorong masyarakat bertransformasi untuk meraih hasil yang tinggi mengenai kecakapan ilmu, teknologi untuk menjawab daya saing dunia.

2. Peran perpustakaan sangat luas dengan catatan tidak mengabaikan fungsi dasarnya, Fungsi utama perpustakaan membangun budaya baca sebagai akar dalam peningkatan kualitas literasi masyarakat namun sarana dan prasarana harus bagus dan prima, kualitas bahan bacaan bagus dan lengkap, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hal ini menjadi tantangan bersama.

3. Dalam rangka memberikan layanan berkualitas dan merata, perpustakaan harus memperhatikan Standar Nasional Perpustakaan hal ini untuk mendukung optimalisasi layanan perpustakaan untuk masyarakat. Pengarusutamaan naskah Nusantara juga harus menjadi fokus utama sebagai bahan rujukan dan refleksi bagi masyarakat ke depan melalui ketersediaan Naskah Nusantara.

4. Pentingnya mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi untuk kunci keberhasilan pelaksanaan kebijakan penguatan literasi menuju Indonesia emas 2045.

E. Aminudin Aziz  juga menjelaskan Perpusnas terus melakukan upaya-upaya untuk pengembangan perpustakaan dalam rangka meningkatkan literasi di Indonesia, upaya tersebut dilakukan melalui penggaluran program dan kegiatan yang dimiliki oleh Perpusnas yang fokus terhadap 3 (tiga) isu yang kemudian dijadikan sebagai strategi dalam peningkatan literasi yaitu:

1. Pengembangan Budaya Baca dan Kecakapan Literasi;

2. Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan;

3. Pengarusutamaan Naskah Nusantara.

Ketiga isu tersebut mulai dilaksanakan oleh Perpusnas pada tahun 2024 dengan melakukan restrukturisasi pada kegiatan dan anggaran yang telah ada dan hal tersebut mendapat dukungan dari Bappenas dan Kementerian Keuangan dengan disetujuinya revisi anggaran Perpusnas tahun 2024 dan selanjutnya menjadikan ketiga strategi tersebut sebagai dasar bagi Perpusnas dalam menyusun perencanaan jangka menengah melalui Rencana Strategis atau Renstra maupun jangka pendek melalui Rencana Kerja (Renja).

“Kami berharap agar ketiga isu dan strategi tersebut dapat juga diikuti oleh perpustakaan yang ada di daerah dengan menjadikannya sebagai program prioritas dalam pembangunan daerah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” kata E. Aminudin Aziz

E. Aminudin Aziz  juga berharap bisa mengoptimalkan dampak program “Sastra Masuk Kurikulum” dan Kurikulum Merdeka guna meningkatkan karakter dan budaya literasi di sekolah, maupun dalam upaya meningkatkan permintaan dari generasi muda terhadap karya sastra Indonesia yang berkualitas.

Atas dasar hal tersebut, kami mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai berikut:

1. Mendukung program tersebut melalui penyediaan buku-buku yang direkomendasikan di perpustakaan, sesuai dengan daftar karya sastra klasik dan kontemporer guna mendukung pembelajaran berbagai mata pelajaran Kurikulum Merdeka di fase C (kelas 5 dan 6), fase D (kelas 7, 8, dan 9), serta fase E-F (kelas 10, 11, dan 12). Sebagai bahan informasi perlu disampaikan bahwa buku-buku tersebut akan ditetapkan oleh Mendikbudristek sebagai buku pendidikan yang dapat digunakan secara resmi oleh guru sebagai bahan pembelajaran.

2. Mengaktifkan pemanfaatan buku-buku tersebut di perpustakaan melalui kegiatan-kegiatan penguatan literasi siswa berkolaborasi dengan sekolah-sekolah.

Suasana saat berlangsungnya Rakornas.

Perpusnas  sangat mengapresiasi program yang bertujuan memperkuat kompetensi dan budaya literasi membaca. Perpustakaan Nasional akan mendukung melalui penyediaan akses pembaca kepada buku-buku yang direkomendasikan melalui aplikasi perpustakaan digital iPusnas dan  Bintang Pusnas Edu, serta mendorong penyediaan buku-buku tersebut dalam bentuk cetak atau digital melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Subbidang Perpustakaan.

Di samping itu, Perpusnas akan memfasilitasi upaya tersebut melalui kegiatan Dekonsentrasi pada Dinas Perpustakaan Provinsi dalam mendukung pembelajaran berbasis karya sastra, melalui kegiatan Lomba Bertutur Tingkat Provinsi bagi Siswa Sekolah Dasar.  Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)  Non Fisik Subbidang Perpustakaan, Perpustakaan Nasional juga akan memfasilitasi melalui beberapa kegiatan berikut: Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal; Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten/Kota bagi Siswa Sekolah Dasar; Lomba Pembuatan Sinopsis Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SLTP; Bimbingan Teknis Literasi Informasi; Bedah Buku Baru Koleksi Perpustakaan Daerah; Festival Mendongeng Daerah, yang dapat dimanfaatkan oleh Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Joko Susanto dan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Nani Suryani.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso menjelaskan pada tahun ini, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 memasuki tahap akhir. Selanjutnya, pelaksanaan RPJMN tahun 2025-2029.

Salah satu agenda pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 adalah revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Agenda ini dilaksanakan secara terpadu melalui salah satu program prioritas nasional, yaitu penguatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter.

“Salah satu indikator keberhasilan program ini adalah pencapaian sasaran strategis Perpusnas yakni nilai Tingkat Gemar Membaca tahun 2023 sebesar 66.77 dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tahun 2023 sebesar 14.58. Angka-angka ini masih dalam posisi sedang,” urainya.

Dalam Rancangan RPJMN 2025-2029 terdapat salah satu agenda pembangunan yaitu Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi, di mana salah satu program pembangunnya adalah Penguatan Karakter Bangsa dan Pemajuan Kebudayaan dengan Kegiatan Pembangunan di antaranya Pelindungan dan Pelestarian Warisan Budaya dan Pengembangan budaya literasi untuk mendukung kreativitas dan inovasi.

“Kedua agenda pembangunan dalam masing-masing periode RPJMN tersebut menegaskan peran perpustakaan sebagai salah satu pendukung dalam pencapaian tujuan kedua agenda pembangunan tersebut, yakni sumberdaya manusia Indonesia yang unggul,” tuturnya.

Rakornas tahun ini menjadi momentum penting karena akhir dari RPJMN 2020-2024 sebagai penyambung dengan RPJMN 2025-2029. Disebutkan ada kaitan program yang sedang dilakukan pada akhir tahun ini dengan program yang akan datang.

“ Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2024 ini,  Bapak/Ibu yang hadir baik secara luring maupun daring yang tetap semangat mengikuti jalannya acara Rakornas sampai akhir dan memberikan kontribusi positif melalui peran aktif dalam diskusi-diskusi pada setiap sesi yang ada yang dapat menjadi masukan bagi perpustakaan di Indonesia maupun bagi Perpusnas pada khususnya untuk dapat menetapkan kebijakan dalam rangka kemajuan bidang perpustakaan,” kata Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz ketika menutup kegiatan Rakornas hari rabu (15/5/2024). bam

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media