Rangkaian Sembahyang Leluhur Ceng Beng Yayasan Sosial Wijaya Medan

Pengurus Yayasan Sosial Wijaya Medan berfoto bersama.

MEDAN–Perayaan Ceng Beng berasal dari  sembahyang leluhur musim semi di zaman dulu. Perayaan Ceng Beng adalah perayaan sembahyang leluhur musim semi terbesar tradisional. Sembahyang serta membersihkan makam sekaligus mengenang jasa leluhur. Ceng Beng adalah tradisi kebaikan bangsa Tionghoa selama ribuan tahun.   

Para pengurus Yayasan Sosial Wijaya Medan melakukan sembahyang di makam Dato Sulaiman.
Pengurus Yayasan Sosial Wijaya Medan berfoto bersama

Perayaan Ceng Beng bukan hanya bermanfaat untuk mengembangkan ajaran bakti dan kasih sayang keluarga. Sekaligus membangun kenangan bersama keluarga.

Pengurus Yayasan Sosial Wijaya Medan bersiap melakukan sembahyang.

Huang Guo Gang melakukan sembahyang menghormati leluhur.

Hal tersebut juga meningkatkan daya rekat dan identitas anggota keluarga bahkan bangsa.

          Yayasan Sosial Wijaya Medan pada Minggu (4/4) lalu melakukan upacara sembahyang leluhur di rumah abu Marga Huang di lantai lima sekretariat Yayasan Sosial Wijaya Medan. 

Huang Yi Xing, Huang Guo Gang, Huang You Song, Huang Jian Bin melakukan ritual sembahyang di depan meja abu leluhur marga Huang.

Prosesi sembahyang leluhur yang berlangsung di masa pandemi Covid-19 ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

          Berbagai sesaji dipersiapkan dalam pelaksanaan upacara sembahyang leluhur tersebut. Seusai pelaksanaan sembahyang leluhur acara dilanjutkan dengan makan bersama semua yang hadir untuk meningkatkan rasa persaudaraan.

          Para pengurus Yayasan Sosial Wijaya Medan Minggu (11/4) pagi dibagi menjadi dua kelompok.

Mereka kemudian melakukan ritual sembahyang leluhur musim semi di Taman Pemakaman Wijaya Titi Papan dan Makam Yayasan Marga Wijaya Sibiru-biru.

Bertempat di Taman Pemakaman Wijaya Titi Papan Rabu (14/4) lalu kembali dilakukan ritual sembahyang  kepada lebih dari 70 makam pria dan wanita yang tidak memiliki anggota keluarga. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp