International Media

Rabu, 5 Oktober 2022

Rabu, 5 Oktober 2022

Putin Diduga Alami Stres Berat

Presiden Vladimir Putin

MOSKOW(IM)- Presiden Rusia Vladimir Putin diduga tengah mengalami stres berat dan ketidakstabilan. Kesimpulan tersebut diambil setelah dilakukan analisa oleh pakar analisis suara setelah mendengar caranya berpidato.
Peneliti dari Teknologi Pengukuran Risiko, mengambil lebih dari satu jam sampel suara Putin yang berbicara antara 1 Februari dan 18 Maret.
Dikutip dari Daily Star, mereka menyimpulkan bahwa tingkat stres pemimpin Rusia itu meningkat pada sebelum dan selama penyerangan ke Ukraina.
Ahli mengungkapkan sejak Rusia melakukan penyerangan ke Ukraina pada 24 Februari, gaya pidato Putin memperlihatkan adanya ketidakstabilan.
Para ahli tersebut telah mendengarkan sampel suara Putin yang memiliki lama satu jam dan 19 menit. Analisis mereka menyimpulkan adanya peningkatan tajam dalam tingkat stres.
Adanya peningkatan stres muncul setelah Moskow merespons sanksi internasional kepada Rusia.
Para peneliti itu menggunakan pidato Putin di Dewan Jenderal PBB pada September 2020 sebagai dasar analisis mereka.
Selain itu perubahan signifikan ditemukan selama pertemuan di Dewan Keamanan Federasi Rusia pada 21 Februari.
Selama pertemuan, suara Putin menunjukkan perubahan antara tingkat stres yang tinggi dan rendah dalam waktu singkat.
“Kami dapat menduga bahwa ia sedang berada dalam keadaan psikologis yang tak stabil,” ujar Kepala Pengukuran Risiko, Kanji Okazaki.
Penelitian mereka juga melihat dari bagaimana sikap tubuh Putin.
Selain itu perubahan signifikan ditemukan selama pertemuan di Dewan Keamanan Federasi Rusia pada 21 Februari.
Selama pertemuan, suara Putin menunjukkan perubahan antara tingkat stres yang tinggi dan rendah dalam waktu singkat.
“Kami dapat menduga bahwa ia sedang berada dalam keadaan psikologis yang tak stabil,” ujar Kepala Pengukuran Risiko, Kanji Okazaki.
Penelitian mereka juga melihat dari bagaimana sikap tubuh Putin.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga