Pusat Studi Heritage Nusantara UKSW Rayakan Cap Go Meh dengan Peluncuran Pembuatan Ruang Baca dan Buku Wayang Geger Pecinan

Esthi Susanti Hudiono

SALATIGA—Pusat Studi Heritage Nusantara UKSW  (Universitas Kristen Satya Wacana) Salatiga merayakan Hari Cap Go Meh bersama HKMN (Himpunan Kerabat Mangkunegaran) dengan Peluncuran Pembuatan Ruang Baca dan Buku Wayang Geger Pecinan, Kamis (25/2).

          Acara yang berlangsung secara virtual ini menghadirkan Sejarawan FIB Universitas Indonesia Prof Peter Carey, Penulis “Geger Pecinan (1740-1743), Persekutuan Tionghoa-Jawa Melawan VOC, Daradjadi, Budayawan dan Kolektor Seni Henky Kurniadi, Dalang dan Penulis “Wayang Geger Pecinan Jose Amadeus Krisna.

          Ketua Pusat Studi Heritage Nusantara UKSW Esthi Susanti Hudiono mengatakan pembuatan Ruang Baca semangatnya adalah agar semua bisa memiliki akses untuk mengetahui dan memahami peristiwa sejarah dari semua versi yang ada dan tentunya semangatnya juga dalam rangka membangun Indonesia.

Esthi Susanti Hudiono

“Ruang baca ini kita buat rekonstruksi ulang tentang Geger Pecinan secara ilmiah, tak hanya sejaran, tapi juga ada dimensi filsafat, sosiologi dan antropologi,” ujar Esthi.

Jose Amadeus Krisna.

          Wayang Geger Pacinan merupakan karya kreatif dan inovasi dari dalang peranakan Ki Jose Amadeus Krisna. Dalang keturunan Tionghoa ini ini menciptakan tokoh wayang baru para pelaku sejarah perang Geger Pecinan antara lain, Raden Mas Said, Raden Mas Garendi dan Kapiten sepanjang. Dan Dipentaskan di Rasa Dharma 20 Oktober 2020 kampanye 35 Windu Geger Pacinan.

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp