International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Pura-pura SOTR, Puluhan Pemuda Hendak Tawuran, Bawa Sajam dan Miras

Sebanyak 60 remaja diamankan saat SOTR di Bekasi, Sabtu 23 April 2022. (Foto dok. istimewa).

JAKARTA – Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya menangkap sekelompok pemuda karena hendak tawuran di Jalan Asia Afrika, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (24/4) dini hari.

“Dari pengakuan pertama, mereka bilang satu perkumpulan yang akan melakukan SOTR (sahur on the road),” ujar Komandan Tim 2 Presisi Polda Metro Jaya Ipda Bimo Satrio, Minggu (24/4).

Namun, setelah diperiksa, polisi menemukan senjata tajam, petasan, hingga minuman keras (miras).

“Kami menemukan dua bilah celurit, dua buah petasan, dan satu botol minuman keras,” kata Bimo.

Total, ada 21 pemuda yang ditangkap dalam kelompok tersebut. Mereka mengaku dari Ciledug, Tangerang.

“Mereka dari Ciledug. Mereka membawa 15 motor,” ucap Bimo.

Para pelaku kemudian digiring ke Mapolsek Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan.

60 Remaja Diamankan di Bekasi

Sementara itu, di Bekasi 60 remaja diamankan polisi lantaran melakukan tindakan pelanggaran secara massal. Mereka juga pura-pura menggelar sahur on the road.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki menjelaskan, puluhan remaja diamankan di Jalan Cipendawa, Kota Bekasi pada Sabtu 23 April 2022, dini hari. Adapun, jumlahnya terdiri dari 5 orang wanita dan 51 pria.

“Mereka mengemas ini seolah-olah mereka melakukan Sahur on the Road, tapi kenyataannya mereka tidak sama sekali melakukan Sahur on the road, tapi melanggar ketertiban lalu lintas,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki, dikutip Minggu (24/4).

Penertiban puluhan remaja itu juga sekaligus memastikan polisi mencegah adanya tindakan tawuran. Apalagi, kebanyakan remaja yang diamankan bukan berasal dari wilayah kota Bekasi.

“Tidak ada (sajam). Namun, mereka banyak Melanggar lalu lintas. Seperti kemacetan, tidak menggunakan helm, berboncengan tiga. Banyak mudaratnya, Banyak sisi negatifnya yang mereka lakukan,” tuturnya.

Setelah memastikan puluhan remaja tidak terlibat kelompok tawuran atau kriminal polisi pun mengembalikan remaja-remaja tersebut ke orang tuanya. Mereka tetap disanksi tilang atas pelanggaran yang diperbuat. “Yang melakukan pelanggaran lalu lintas, kita lakukan tindakan penilangan, sesuai dengan pelanggannya. Kita panggil orangtuanya agar bisa lebih mengawasi anak-anaknya, karena kegiatan yang dilakukan mereka malam tadi kebanyakan sisi negatifnya,” katanya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga