International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Punggung Bayi Ditulisi Pesan Khusus Jika Keluarga Terbunuh di Ukraina

Ibu Ukraina mencoret-coret punggung bayinya dengan informasi identitas sang bayi jika keluarga mereka terpisah akibat perang (Foto dari Instagram).

Seorang Ibu di Ukraina mencoret-coret punggung bayinya dengan informasi detail soal identitas sang bayi tersebut, jika mereka terpisah dalam perang.

Sasha Makoviy (33), ingin memastikan bahwa penyelamat dapat menyatukan kembali anak yang bernama Vira (2), dengan keluarga ketika pasukan Rusia mendekati Kyiv.

“Saya pikir jika saya akan mati dia bisa menemukan siapa dia dan dari keluarga apa dia berasal. Mungkin untuk menemukan beberapa orang yang dikenal yang bisa merawatnya,” terangnya.

“Saya memutuskan untuk meletakkan informasi di punggung Vira karena saya benar-benar takut,” lanjutnya.

“Dia adalah hal yang paling berharga dalam hidupku jadi aku tidak bisa membayangkan jika kita kehilangan satu sama lain,” ujarnya.

Sasha menulis nama Vira, tanggal lahir dan nomor telepon keluarga di kulit sang bayi saat mereka bersiap meninggalkan rumah mereka di Kyiv pada hari pertama invasi Rusia, di tengah kekhawatiran bahwa ibu kota akan diambil alih. Dia juga meletakkan kartu tulisan tangan di jaket putrinya, dengan detail serupa.

 “Saya sangat gemetar sehingga semua kata ditulis dengan mengerikan. Tetapi sangat aneh bahwa di abad ke-21 saya harus melakukan hal semacam ini,” terangnya saat dia mencoret-coret Vira dengan pena.

“Ini sulit dipercaya. Ini sangat mengerikan,” ungkapnya.

Setelah berbagi foto Vira kecil di media social (medsos), Sasha telah menerima curahan dukungan dari orang tua Ukraina lainnya yang melakukan hal yang sama untuk anak-anak mereka.

Beberapa informasi kontak dijahit ke dalam pakaian anak-anak mereka dan membuat gelang untuk mereka dengan nomor darurat, sementara yang lain juga menempatkan rincian di saku jaket mereka.

 “Salah satu pengikut saya menulis kepada saya dalam pesan bahwa dia bahkan menuliskan kata-kata, Tolong jaga bayi saya,” tambahnya.

Sasha dan Vira telah melarikan diri ke tempat yang aman di selatan Prancis. Tapi dia merindukan rumahnya di Ukraina.

“Saya memiliki semua yang saya butuhkan di Kyiv. Kehidupan yang indah, kehidupan yang damai,” terangnya.

Sasha menceritakan bagaimana dia dan Vira telah diberi banyak bantuan di rumah barunya dan “orang-orangnya sangat baik”. Namun dia tetap mengalami tingkat kecemasan yang tinggi.

“Bahkan di sini di Prancis, ketika kami berjalan di pedesaan bersama Vira, setiap saat saya hanya takut tentang sesuatu seperti ranjau,” ujarnya. Sasha ternyata tidak sendirian. Ada orang tua lain yang melakukan hal serupa.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga