Puncak Pesta Sepak Bola Eropa Siap Digelar

LONDON – Puncak pesta sepak bola antarnegara di benua Eropa siap digelar. Dua negara tangguh bakal saling berhadapan, yakni Italia kontra Inggris. Laga yang diprediksi berjalan ketat itu bakal berlangsung di Stadion Wembley, London, Senin  (12/7) mulai pukul 02.00 WIB.

            Selain menjadi ambisi kedua tim demi merengguh trofi bergengsi,   laga final  nanti bakal jadi penebusan untuk para pelatih dari masing-masing tim, Roberto Mancini dan Gareth Southgate. Kedua pelatih itu memang punya masa lalu yang buruk bersama timnasnya masing-masing.

Roberto Mancini (kiri) dan Gareth Southgate siap meracik tim masing-masing.

Mancini meski terbilang sukses sejauh ini bersama Italia, tapi dia gagal mempersembahkan gelar untuk negaranya. Selama kariernya sebagai pemain, Mancini selalu kandas di babak semifinal, yakni di Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia 1990.

 Mancini yang adalah striker Italia di masanya itu gagal di Piala Eropa 1988 setelah kalah 0-2 dari Uni Soviet. Mancini saat itu jadi duet striker bareng asistennya saat ini Gianluca Vialli.

Dua tahun berselang pada Piala Dunia yang dihelat di Italia, Mancini dan kolega mentok di empat besar lagi setelah takluk dari Argentina lewat adu penalti 3-4, setelah berimbang 1-1.

 Sementara, Southgate bahkan merasakannya sebagai pemain dan juga pelatih Timnas Inggris. Southgate jadi biang keladi kekalahan Inggris dari Jerman pada adu penalti di semifinal Euro 1996.

Saat itu sepakan Southgate yang gagal membuat Inggris gagal melaju ke final. Southgate lantas bernasib sama lagi saat melatih Inggris di Piala Dunia 2018. Unggul duluan atas Kroasia di semifinal, Inggris harus takluk 1-2 lewat babak perpanjangan waktu.

Timnas Italia.

Kini keduanya tentu berjuang untuk menghapus kenangan buruk masa lalu itu, dengan menyiapkan strategi jitu untuk tim masing-masing.

Timnas Inggris  harus mewaspadai betul kekuatan Timnas Italia. Sebab, Gli Azzurri tajam betul dan punya banyak sumber gol dari segala lini.

Maka sejumlah kalangan lebih mengunggulkan  Italia,  mengingat performa mereka tengah on fire saat ini. Inggris memang bermain di depan publiknya dan mendapat dukungan suporter lebih banyak, tapi Italia punya pengalaman di partai puncak kompetisi ini.

Italia memiliki kekuatan yang merata di seluruh lini dan semuanya bisa menciptakan gol. Italia punya 12 gol sampai semifinal, cuma kalah produktif dari Spanyol yang punya 13 gol dan sudah kandas.

Hebatnya dari total 12 gol itu, semuanya dibagi nyaris rata ke lima pemain, yakni Federico Chiesa, Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Matteo Pessina dan Manuel Locatelli, dengan masing-masing bikin dua gol.

Timnas Inggris.

Sementara dua sisanya didapat dari bunuh diri Merih Demiral dan satu gol Nicolo Barella. Dikutip situs resmi UEFA, Italia jadi tim kedua yang melakukan ini setelah Prancis pada Euro 2000.

Walau demikian, Roberto Mancini mengatakan, melawan Inggris menjadi laga yang sangat sulit. “Ini laga final, tentu bakal berjalan ketat dan berat. Inggris sangat kuat. Mereka didukung oleh penonton yang fanatik. Tapi kami sangat termotivasi untuk meraih trofi. Kami siap  mengerahkan segalanya utuk memenangkan laga yang sangat penting itu,” kata Mancini di situs UEFA.

Inggris dipastikan akan tetap mengandalkan Harry Kane dan Raheem Sterling sebagai mesin gol. Kane sudah mencetak empat gol sementara Sterling tiga gol. Kane tentu sangat termotivasi untuk menjadi top skor.  Saat ini pencetak gol terbanyak masih jadi milik Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Patrik Schick (Rep Ceko) dengan lima gol.

 Inggris juga memiliki sejumlah pemain yang siap mendukung kedua strikernya. Mereka adalah  Jack Grealish, Jadon Sancho, Marcus Rashford, Dominic Calvert-Lewin, dan Phil Foden.

Gareth Southgate, menyebut timnya akan menghadapi ujian sesungguhnya saat bersua Italia di final. “Italia telah menjadi tim top selama beberapa tahun terakhir, kami telah mengikuti peningkatan mereka. Mereka bermain dengan energi yang besar dan gaya yang hebat. Mereka telah mengalahkan dua tim teratas untuk sampai ke sana, yaitu Belgia dan Spanyol. Tapi kami tentu akan berjuang untuk menghadirkan trofi ini untuk negara kami,” kata Southgate dilansir dari Evening Standard.

Apakah Italia akan keluar sebagai juara, atau Inggris yang akan meraih trofi untuk pertama kalinya di ajang ini? Semuanya terjawab di Wembley.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp