PSG Menang Karena Bermain Menyatu dan Agresif

Kylian Mbappe (tengah) menjadi momok bagi pertahanan Bayern Munich. (Foto ist)

MUNICH – Paris Saint-Germain (PSG) menaklukkan Bayern Munich, 3-2, pada leg pertama perempatfinal Liga Champions, yang tersaji di Allianz Arena, Kamis (8/4) dinihari WIB. 

            PSG mampu mengejutkan tuan rumah di menit ketiga. Kylian Mbappe berhasil menjebol gawang Bayern setelah memaksimalkan umpan Neymar. Tim tamu menggandakan keunggulan di menit ke-28 lewat Marquinhos.

Eric Choupu-Moting menciptakan gol balasan pada menit ke-37. Kemudian di babak kedua,  Bayern menyamakan kedudukan berkat gol Thomas Mueller di menit ke-60. Namun,  Les Parisiens kembali unggul setelah Mbappe mencetak gol keduanya delapan menit berselang.

Pelatih PSG Mauricio Pochettino  menyebut, seluruh pemainnya pantas mendapat pujian karena tampil solid. “Tim bermain menyatu dan agresif. Mereka menunjukkan kualitas penyerangan dengan mencetak tiga gol melawan Bayern. Para pemain pantas dipuji untuk penampilan mereka. Semua pemain profesional melakukan upaya luar biasa di tengah jadwal gila seperti sekarang. Mereka melakukan segalanya untuk bisa tampil di level ini,” kata Pochettino, dikutip dari Le Parisien.

Dia hanya mengingatkan pemainnya untuk meningkatkan performa, mengingat masih ada leg kedua. “Ketika Anda menang, selalu lebih mudah untuk menjelaskan keputusan Anda, semua orang mengira Anda membuat pilihan yang tepat. Ini hasil yang sama sekali berbeda dari leg pertama melawan Barcelona, keunggulannya sangat kecil.  Kami berharap performa kami di leg II nanti akan lebih baik daripada saat melawan Barcelona, ​​itu keinginan kami,” tutur Pochettino.

Kylian Mbappe  tampil menawan pada laga itu. Ini sekaligus pembalasan Mbappe dari kegagalan di final tahun lalu. Dan ini adalah kali pertama Mbappe mampu merobek gawang Bayern Munich yang dikawal Manuel Neuer.

 “Saya suka bermain melawan pemain terbaik dunia dan Manuel Neuer adalah salah satu kiper terbaik dalam sejarah. Saya tidak merasakan tekanan. Saya tidak berhasil mencetak gol melawan dia di final, tapi saya berharap bisa melakukannya lagi,” kata Mbappe dikutip dari situs UEFA.

PSG memperoleh keuntungan besar dalam kelolosan ke semifinal karena hanya butuh minimal hasil seri saja di leg kedua (14 April 2021 dinihari WIB) atau jika harus kalah cukup dengan 0-1 saja. Sementara itu Bayern wajib menang paling tidak 2-0.

“Ini adalah kinerja tim yang luar biasa di atas segalanya dan saya mendapat manfaat dari situ. Perlu diingat bahwa ini baru setengah pertandingan. Kami menderita, tetapi kami menderita sebagai tim. Kami solid dan berhasil membuat mereka sedih,”  kata Mbappe.

Sebenarnya dalam laga itu,  Bayern Munich  tampil dominan.  Namun, tidak bisa dipungkiri Bayern kesulitan tanpa dua pemain depan utamanya yakni  Robert Lewandowski dan Serge Gnabry yang absen akibat cedera dan virus korona. Bayern terlalu boros membuang peluang padahal punya  total 31 percobaan yang dilepaskan.

Pelatih Bayern Hansi Flick mengatakan, kekalahan timnya karena kurang efisien. Sebaliknya, tim asal Prancisbermain begitu efisien, dengan membuat tiga gol dari enam percobaannya di sepanjang pertandingan. Perbedaan, yang diakui Flick, memegang kunci permainan ini.

“Sudah jelas, lawan kami mencetak tiga gol dari peluang mereka yang sedikit dan kami mencetak gol terlalu sedikit, tapi cara kami bermain tadi sangat impresif. “Kami bisa saja mendapatkan sebuah hasil yang bagus tapi kami tidak cukup efisien. Saya tidak suka kalah, tapi saya puas dengan bagaimana kami bermain. Tim bertarung di atas lapangan selama 90 menit penuh. Sayang sekali, kami tidak terlalu menentukan di depan gawang seperti biasanya,” kata Flick dilansir Evening Standard.

Di leg kedua nanti, laga dipastikan seru dan ketat. Karena Bayern akan berjuang sekuat tenaga untuk lolos. “Yang jelas, kami harus berjuang di leg kedua. Masih ada peluang, walaupun itu berat, karena kami bertanding di kandang lawan,” kata Flick. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp