PROGRAM VAKSIN COVID‐19 DIMULAI
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 1.500 Vaksinator

Jumlah warga DKI Jakarta yang mendapat jatah vaksin tercatat 7,9 juta orang. Jumlah itu adalah jumlah warga yang diklasifikasikan berdasarkan usia prioritas mendapat vaksin oleh pemerintah yakni rentang 18-59 tahun.

          JAKARTA (IM) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 1.500 vaksinator atau orang yang akan menyuntikkan vaksin Covid-19. Pencanangan program vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta bakal dimulai Jumat ini dengan diawali penyuntikan vaksin kepada 21 pejabat hingga tokoh masyarakat.

           Target penyuntikan vaksin sebanyak 19.741 per hari,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti dalam diskusi virtual, Kamis (14/1).

           Proses vaksinasi Covid-19, kata Widyastuti, sebenarnya telah dimulai hari ini. Beberapa fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 hari ini. “Sementara untuk pencanangan tingkat provinsi besok dengan dimulai penyuntikan kepada 21 orang,” ujarnya.

           Selain tenaga vaksinator yang telah disiapkan, Pemprov DKI Jakarta juga telah memberikan pelatihan kepada 2.325 orang lainnya untuk menjadi vaksinator. Proses pemberian vaksin ini diharapkan bisa menjadi salah satu langkah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

           Adapun persyaratan bagi Fasilitas Pelayanan Kesehatan melaksanakan vaksinasi ada tiga. Syarat pertama, memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi. Kedua, memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis Vaksin Covid-19 yang digunakan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

           Syarat ketiga adalah memiliki izin operasional Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau penetapan oleh Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut Widyastuti, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di DKI telah memiliki pengalaman.

           Sebelum program vaksin Covid-19 ini, Pemprov DKI Jakarta pernah melaksanakan vaksinasi masal hingga 2 juta orang pada tiga tahun lalu. “Saat itu kami pernah melaksanakan vaksinasi massal difteri,” ujarnya.

           Jumlah sasaran orang untuk vaksin covid-19 adalah 19.741 orang per hari. Pemerintah juga telah memberikan pelatihan bagi vaksinator covid-19 dengan total peserta sebanyak 2.325 orang. Meski berpengalaman, Widyastuti tetap memberikan pembekalan bertahap kepada tenaga vaksinator. Sebabnya, untuk kali ini, jumlah warga yang mendapat vaksin cukup banyak yakni 7,9 juta orang. Jumlah itu adalah jumlah warga yang diklasifi kasikan berdasarkan usia prioritas mendapat vaksin oleh pemerintah yakni rentang 18-59 tahun. “Tentunya kami memiliki tenaga vaksinator yang berpengalaman karena di puskesmas itu rutin memberikan imunisasi dasar kepada anak-anak. Kami juga sudah pernah melakukan vaksinasi dalam jumlah besar yakni 2 juta saat wabah difteri. Tapi karena ini jumlahnya akan sangat banyak, total ada 7,9 juta orang yang akan divaksin, maka tentu membutuhkan pelatihanpelatihan agar persiapannya matang,” jelas Widyastuti.

           Di samping itu, tenaga vaksinator juga akan menyosialisasikan dampak atau efek samping yang bisa terjadi setelah mendapat vaksin beserta penanganannya. Q osm

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp