Prof.Abdul Mu`ti Bakal Gantikan Nadiem?

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah KH. Abdul Mu'ti.

JAKARTA – Nama Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu`ti santer disebut-sebut bakal masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju, setelah merebak isu reshuffle.

Isu reshuffle mengat setelah Presiden Joko Widodo akan melebur Kemenristek ke dalam Kemendikbud.

Mu’ti saat dikonfirmasi mengenai ini, tidak berbicara banyak. Ia mengaku belum ada komunikasi dari pihak Istana kepada dirinya ataupun kepada Muhammadiyah secara kelembagaan.

“Sampai sekarang tidak ada komunikasi. Hanya tahu dari berita media,” ujarnya, Minggu (18/4).

Kendati demikian, Mu’ti menunggu dan melihat perkembangan yang akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Wait and see saja,” tandasnya.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan pihaknya tidak pernah meminta-minta jabatan kepada Presiden Jokowi menjelang reshuffle kabinet. Namun bila Kepala Negara memintanya, maka Persyarikatan akan menyiapkan figurnya.

“Ya siaplah. Tapi Muhammadiyah tidak akan minta-minta apalagi mendesak-desak Presiden. Muhammadiyah sadar itu bahwa hal tersebut adalah hak prerogatif dari Presiden,” ucap Anwar.

Menurut Buya Anwar-sapaan akrabnya, Muhammadiyah memiliki banyak kader dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Mereka memiliki gelar doktor hingga profesor. Jumlah yang sudah terinventarisir mendekati 500 orang.

Namun demikian, sekali lagi Buya Anwar menegaskan bahwa reshuffle kabinet adalah hak Prerogatif Presiden Jokowi. Muhammadiyah tak akan cawe-cawe terhadap hal tersebut.

Isu reshuffle atau kocok ulang kabinet kembali membetot perhatian publik, seiring dengan rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Surat terkait ini sudah dikirim ke DPR RI pada 30 Maret 2021.

Gantikan Nadiem?

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti layak dipertimbangkan untuk menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek).

Direktur Indonesia Government And Parliament Watch (IGPW), M Huda Prayoga meyakini Abdul Mu’ti dapat membawa dunia pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Ia menilai Nadiem Anwar Makarim gagal dalam mengurus pendidikan di Tanah Air. Hal tersebut dikuatkan dengan sejumlah penilaian dari lembaga pemerhati pendidikan, lembaga survei dan pandangan praktisi pendidikan.

“Sedangakan dalam wacana reshuffle kali ini juga, ada nama Mas Mu’ti yang mengemuka. Beliau dengan rekam jejaknya dinilai publik sebagai sosok yang memiliki kompetensi untuk memperbaiki pendidikan Indonesia,” kata Huda, Minggu (18/4).

Huda menilai kuatnya respons publik terhadap isu reshuffle ini sebagai sesuatu yang wajar dan baik. Hal ini menunjukkan kepedulian publik terhadap pemerintah serta adanya semacam ketidakpuasan masyarakat akan kinerja pembatu Presiden. Para menteri dituntut bekerja optimal untuk kepentingan rakyat.

Walau demikian, lanjut dia, Presiden juga tetap harus mempertimbangkan suara publik tentang menteri-menteri yang dianggap tidak punya kinerja baik. Mendikbud Nadiem, sambung Huda, adalah salah satu menteri yang disorot kuat oleh publik. Sedangkan nama Abdul Mu’ti yang saat ini digadang-gadang menggantikan posisi Nadiem, memang memiliki pemahaman yang baik terhadap kompleksitas masalah pendidikan di Tanah Air. “Saya pikir kalau Mas Mu’ti diberikan amanah oleh Presiden, akan memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan tanah air. Beliau adalah sosok pendidik, track record nya jelas serta paham terhadap peta persoalan pendidikan di Indonesia,” tutur Huda.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp