Pria Ini Ngaku Nabi ke-26, Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Zozhep Paul Zhang telah ditetapkan sebagai tersangka penodaan agama.

JAKARTA – Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) melaporkan seorang pria bernama Jozeph Paul Zhang ke Bareskrim Polri. Jozeph dilaporkan ke aparat kepolisian setelah mengaku sebagai nabi ke-26. Hal itu disampaikannya melalui kanal YouTubenya berjudul “Puasa Lalim Islam”.

“Sudah kita laporkan pemilik akun YouTube Jozeph Paul Zhang yang diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap,” ujar salah seorang Direktur KPMH, Husin Shahab, Minggu (18/4).

Husin mengatakan, laporan tersebut dilakukan sebagai langkah sigap untuk memberikan efek jera agar tidak ada lagi pihak yang melakukan hal serupa. Selain itu, laporan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk meredam gejolak masyarakat yang bisa jadi meletup karena ulah netizen tersebut.

“Semoga dengan laporan ini kita bisa meredam sentimen antar beragama,” ujarnya.

Pemilik akun Youtube Jozeph Paul Zhang dilaporkan Husin ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM tertanggal 17 April 2021. Dalam laporan itu, Husin mencantumkan dugaan pelanggaran pidana ujaran kebencian (hate speech) dengan Pasal 454 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, serta 156a KUHP.

Sebagai informasi, orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi sudah beberapa kali terjadi. Sebelumnya, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sekitar Januari 2020lalu, seorang pria bernama  Paruru Daeng Tau, ditangkap polisi gaku sebagai nabi. Ajarannya dinilai menyimpang dari ajaran Islam.

MUI Tana Toraja melaporkan Paruru pada Senin 2 Desember 209  dengan dugaan penistaan agama. Laporan ini dilakukan dengan alasan dikhawatirkan Paruru akan menyebarkan lagi ajaran tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Jon Paerunan mengatakan. di Dusun Mambura terdapat delapan kepala keluarga atau sekitar 50 orang jadi pengikutnya.

“Karena laporan pengaduan baru masuk, kami segera melakukan penyelidikan dan juga mengundang pihak-pihak yang dapat dimintai keterangan,” ujar Jon Paerunan.

Kelompok organisasi organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) pimpinan Paruru memilih Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek Tana Toraja sebagai home base. Para pengikutnya meyakini bahwa Nabi Muhammad bukanlah Nabi atau Rasul yang terakhir, melainkan pimpinan LPAAP itu sendiri yang bernama Paruru Daeng Tau. LPAAP mengajarkan bahwa shalat, puasa, zakat, dan haji yang menjadi kewajiban umat Islam bukanlah kewajiban bagi pengikut LPAAP. Pengikut LPPAP cukup sembahyang dua kali sehari.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp