International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Pria Ini Dibunuh Selingkuhan Istrinya

Proses rekonstruksi internal kasus penganiyaan di Kokap, Kulon Progo, DIY, Selasa 10 mEI 2022.

KULONPROGO – Ngatiman alias Proyo (39) ditemukan tewas di corblok tak jauh dari rumahnya di Padukuhan Tangkisan II, Kalurahan Hargomulyo, kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Ia tewas di tangan selingkuhan istrinya ketika memergoki keduanya tengah berduaan.

Ngatiman ditemukan meninggal pada tanggal 4 Mei 2022 yang lalu. Namun kasus tersebut tidak dilaporkan ke pihak polisi meskipun ngatiman ditemukan dalam keadaan penuh luka memar.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah  personil  Reskrim Polres Kulonprogo mendapat kabar tentang penemuan jasad laki-laki penuh luka di sebuah padukuhan. Meskipun tidak dilaporkan namun pihaknya tetap melakukan penyelidikan

“Memang tidak ada laporan terkait dengan kematian korban. Kami lakukan penyelidikan karena ada informasi yang berkembang di masyarakat,” ujar Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Faarini, Selasa (10/5).

Setelah polisi melakukan penyelidikan terungkap tabir penyebab kematian korban tersebut. Ternyata sebelum meninggal korban sempat dianiaya oleh selingkuhan istrinya.

“Walau ada informasi berkembang di masyarakat tentang penganiayaan namun peristiwa tersebut tidak dilaporkan kepada polisi,” ujar Muharomah.

Satreskrim Polres Kulonprogo langsung merespon kabar tersebut. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan penyelidikan. Setelah melakukan penyelidikan polisi kemudian diperolehlah fakta baru di lapangan.

“Kami lakukan gelar perkara pada hari Minggu (8/5) pukul 19.00 WIB kemarin. Dan kami mendapatkan rekomendasi dibuatkan LP model “A” dan perkara dilakukan penyidikan,” ungkapnya.

Dan pada hari Senin (9/5) pukul 12.30 WIB kemarin dilakukan gelar perkara yang kedua. Kali ini mereka menetapkan SR alias Kelik sebagai tersangka dalam perkara ini. Kelik adalah orang ketiga dalam rumah tangga korban dan istrinya, TS (39)

Terhadap Kelik, polisi akan menerapkan Pasal 351 ayat (3) KUHP dan hal dimaksud telah disetujui oleh peserta Gelar Perkara. Pihaknya kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Tersangka kami bawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan,” katanya.

Setelah diperiksa, tersangka mengakui perbuatannya di mana sebelum meninggal pelaku dengan korban sempat terlibat cekcok dan berujung penganiayaan. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu tanggal 4 Mei 2022 sekira pukul 20.00 WIB.

Aksi penganiayaan ini bermula ketika SR datang ke rumah istri korban yang bernama TS. Kedua insan ini memang memiliki hubungan asmara. Saat itu tersangka mendatangi TS karena mengetahui kalau korban tidak ada di rumah.

“Korban memergoki istrinya berduaan dengan tersangka saat korban tidak berada di rumah,” paparnya.

Sempat terjadi cekcok mulut antara korban dengan pelaku. Kedua orang ini juga terlibat perkelahian dengan disaksikan oleh istri korban. Saat berkelahi itu, tersangka sempat mendapat kesempatan mendorong atau menghantamkan korban ke sebatang pohon kelapa yang ada di belakang rumah.

Akibat dorongan tersebut, kepala korban terbentur dan korban terhuyung-huyung dan jatuh diundak-undakan (tangga) batu. Karena jatuh itu, dada korban luka barut, selanjutnya tersangka memukul bagian perut korban.

“Jadi sudah jatuh tersangka masih memukul perut korban,” kata Muharomah.

Usai melakukan penganiayaan, tersangka kemudian pulang ke rumah dengan cara jalan kaki. Kebetulan mereka masih berada di Padukuhan yang sama meski rumah mereka tidak berdekatan.

Anehnya, meski mengetahui suaminya terluka namun istri korban tidak mengijinkan korban masuk ke rumah. Korban kemudian berjalan melewati corn blok. Dan beberapa saat kemudian korban kemudian ditemukan tergeletak sudah meninggal. “Pelaku akan dikenakan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan menyebabkan matinya seseorang, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun,” tandasnya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga