Tuesday, 16 April 2024

Search

Tuesday, 16 April 2024

Search

Presiden Ukraina Lakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran di Tengah Skandal Korupsi

KIEV(IM) – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memecat sejumlah pejabat senior di tengah skandal korupsi yang berkembang di jajaran pemerintahan. Ia akan melakukan perombakan terbesar kabinetnya sejak invasi Rusia dimulai.
“Melarang pejabat pemerintah bepergian ke luar negeri untuk urusan apa pun kecuali urusan resmi. Saya akan melakukan ‘perubahan personel’ dalam beberapa hari mendatang,” ujar Zelenskyy dikutip laman CNN International, Rabu (25/1).
Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah kasus korupsi penjabat menteri untuk pembangunan daerah, Vasyl Lozynskyy. Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina menuduh Lozynskyy menerima 400 ribu dolar AS dalam bentuk tunjangan yang melanggar hukum untuk memfasilitasi kontrak, termasuk untuk pembangkit listrik.
Biro Anti-Korupsi Nasional juga mengatakan, sedang menyelidiki laporan media atas tuduhan bahwa Kementerian Pertahanan Ukraina menaikkan harga untuk membeli perlengkapan militer, termasuk makanan untuk pasukan.
Pengacara Lozynskyy, Oleksandr Tananakin mengatakan, Lozynskyy telah diberhentikan dari jabatannya sebelum diberi tahu tentang tuduhan tersebut.
“Tidak ada dana, apalagi dalam jumlah yang ditunjukkan oleh (Biro Antikorupsi Nasional), yang ditemukan dan disita dari Lozynskyy,” katanya dalam pernyataan yang diposting di Facebook pada Senin. Tananakin kemudian menuduh biro itu sengaja menggunakan taktik manipulatif dan membentuk citra negatif tentang dirinya.
Wakil kepala staf Zelenskyy, Kyrylo Tymoshenko juga mengumumkan pengunduran dirinya. Pengumuman melalui Telegramnya pada Selasa pagi datang setelah media Ukraina melaporkan, dia menggunakan kendaraan yang dipakai untuk tujuan kemanusiaan dan evakuasi.
Tanpa memberikan alasan apa pun atas keputusannya, Tymoshenko membagikan foto surat pengunduran dirinya, tertanggal Senin.
“Saya ingin meminta Anda untuk memberhentikan saya dari jabatan wakil kepala Kantor Presiden Ukraina atas permintaan saya sendiri,” tulisnya.
Dalam beberapa jam setelah pengumuman Tymochenko, lebih banyak lagi yang mengikuti jejaknya. Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Viacheslav Shapovalov, Wakil Jaksa Agung Oleksii Symonenko, Wakil Menteri Pembangunan Regional Ivan Lukerya dan Viacheslav Nehoda, dan Wakil Menteri Kebijakan Sosial Vitalii Muzychenko semuanya diminta untuk mengundurkan diri atau berhenti seperti beberapa pejabat regional.
Sementara itu, Laporan Transparency International 2021 mencatat bahwa Ukraina adalah negara terkorup kedua di Eropa setelah Rusia. Secara global Ukraina berada pada peringkat 122 dari 180 negara.
Janji Volodymyr Zelensky untuk membersihkan pemerintahan dari korupsi adalah salah satu alasan di balik cepatnya ia naik ke tampuk kekuasaan pada 2019. Seorang mantan komedian yang berperan sebagai presiden Ukraina di acara TV terkenal, Zelenskyy tidak memiliki pengalaman politik pada saat pemilihannya.
Namun ia berhasil memanfaatkan kekecewaan dan rasa jijik yang mengakar di negara itu atas korupsi yang merajalela. Penasihat Presiden Mykhailo Podolyak mengatakan di Twitter pada Selasa (24/1) bahwa perubahan dalam pemerintahan menunjukkan Zelenskyy berkomitmen untuk memerangi korupsi.
“Keputusan personel Zelensky bersaksi tentang prioritas utama negara Tidak ada ‘mata buta’. Selama perang, setiap orang harus memahami tanggung jawab mereka. Presiden melihat dan mendengar masyarakat. Dan dia secara langsung menanggapi permintaan publik utama – keadilan untuk semua,”,” tulisnya.
Namun Transparency International mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Meski beberapa langkah yang telah diambil pemerintah Zelenskyy dalam beberapa tahun terakhir dipuji dalam memerangi korupsi, tetap saja pada tahun lalu perjuangan Ukraina melawan korupsi terhenti dan terjebak dalam kebuntuan.
Mengatasi korupsi adalah kunci ambisi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa di masa depan. Ukraina secara resmi menjadi negara kandidat Uni Eropa (UE) tahun lalu, namun Brussel telah menegaskan bahwa Kiev perlu meningkatkan perjuangannya melawan korupsi jika ingin menjadi anggota penuh.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media