Presiden Jokowi: Optimalkan Pencegahan Pendanaan Terorisme Berkedok Donasi

“Pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme harus terus kita antisipasi. Kondisi yang mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan harus kita mitigasi. Seperti shadow economy, peningkatan kecelakaan ekonomi, serta cyber crime, dan kejahatan lain yang memanfaatkan teknologi yang paling baru,” ujar Presiden Jokowi.

          JAKARTA (IM) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pendanaan terorisme berkedok donasi kemanusiaan. Jokowi meminta proses pencegahan dimaksimalkan.

           “Selain itu, optimalkan juga peran satgas daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT) untuk mencegah pendanaan terorisme yang dihimpun melaluidonasi masyarakat. Berkedok sumbangan kemanusiaan dan upaya lain yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat,” kata Jokowi dalam acara Pertemuan Koordinasi Tahunan Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme yang diselenggarakan oleh PPATK secara virtual, Kamis (14/1).

           Jokowi berharap semua hal yang mengganggu stabilitas ekonomi dapat dimitigasi. Ia juga berbicara potensi kejahatan lain yang menggunakan teknologi baru.

           “Pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme harus terus kita antisipasi. Kondisi yang mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan harus kita mitigasi. Seperti shadow economy, peningkatan kecelakaan ekonomi, serta cyber crime, dan kejahatan lain yang memanfaatkan teknologi yang paling baru,” ujar Jokowi.

           Selain itu, Jokowi meminta ada sinergi antara sektor publik dan privat. Dua sektor tersebut diharapkan dapat membuat terobosan-terobosan baru, khususnya dalam penyelamatan aset-aset negara.

           “Dengan membentuk public private partnership anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di Indonesia. Seperti antara lain melalui Indonesian (Financial) Transaction Report and Analysis Center atau INTRAC,” kata Jokowi.

           Pesan juga disampaikan Jokowi kepada aparat penegak hukum.

           “Kepada aparat hukum saya minta komitmen dan konsistensinya dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana ekonomi dan keuangan yang diikuti dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang agar mampu memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana,” tutur dia.

           Jokowi juga berharap Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berperan lebih besar untuk mengembangkan ekosistem keuangan yang kondusif. Jokowi meminta PPATK mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi yang makin canggih.

           “Kami mengharapkan PPATK berperan lebih besar untuk mendukung pengembangan ekosistem keuangan yang kondusif bagi pembangunan nasional. Tidak hanya menjadi world class financial intelligence unit, tetapi berkontribusi lebih besar untuk membantu programprogram pemerintah serta memberantas tindak pidana korupsi yang semakin beragam dan semakin canggih,” kata Jokowi.

           PPATK juga diminta ikut mengawal pengisian jabatan-jabatan strategis. Para calon pejabat itu agar dipastikan rekam jejak transaksi keuangan yang bersih.

           “PPATK juga perlu membantu mengawal pengisian jabatan-jabatan strategis dengan aktif melakukan penelusuran rekam jejak calon pejabat publik, serta memastikan rekam jejak transaksi keuangan yang bersih,” ujar Jokowi. ● pan

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp